Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Aktivitas Buka Lahan, Bisa Picu Kebakaran Hutan

09 Oktober 2018, 12: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MASIH MEMBARA : Masyarakat bersama berbagai pihak mencoba memadamkan api di hutan Gunung Sawe, agar tidak menjalar lebih luas.

MASIH MEMBARA : Masyarakat bersama berbagai pihak mencoba memadamkan api di hutan Gunung Sawe, agar tidak menjalar lebih luas. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK- Harus berhati-hati jika sedang membersihkan sampah di pekarangan, terlebih dibakar. Pasalnya, Senin (8/10), diduga gara-gara ada aktivitas pembakaran sampah di lahan milik warga, membuat beberapa hektare hutan di Gunung Sawe, masuk Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan terbakar.

Sementara ini, petugas terkait masih mendata luasan sekaligus kerugian akibat musibah kebakaran tersebut. Mengingat api masih menyala dan menjalar ke wilayah lain.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, kebakaran tersebut awalnya diketahui sekitar pukul 09.00. Saat itu, di sisi selatan hutan Gunung Sawe tampak ada kepulan asap besar. Tak ayal, karena kondisi rumput ilalang yang mengering serta dibarengi dengan cuaca terik, membuat api mudah menjalar, hingga memasuki pekarangan warga.

“Sekitar pukul 11.00 tadi (kemarin-red) api mulai membesar dan menjalar ke tanah warga yang membuat kami takut, hingga menghubungi polisi yang diteruskan ke petugas pemadam kebakaran (PMK),” ungkap Winarti salah satu warga setempat.

Dia melanjutkan, ketakutan warga bukan tanpa alasan. Sebab lahan pekarangan yang dilalap si jago merah hanya berjarak belasan meter untuk bisa sampai di perumahan warga. Untuk itu, sambil menunggu petugas PMK datang, belasan warga yang rumahnya terancam terbakar mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Beberapa warga lain langsung mengambil ranting, yang dibasahi dengan air dan sebagainya untuk memadamkan api, caranya memukul-mukulkan ranting ke area lahan yang terbakar. Ternyata cara tersebut efektif, untuk mencegah merembetnya api ke perkampungan warga hingga petugas PMK tiba.

“Setelah petugas pemadam tiba, mereka hanya melakukan pendinginan, agar tidak terjadi kebakaran susulan,” tuturnya.

Senada juga diungkapkan Kepala Resort Pemangku Hutan ( KRPH ) Karangan Dedy Supriyadi. Dia menambahkan, sama seperti tahun sebelumnya, kebakaran yang terjadi kali ini disebabkan adanya aktivitas  pemilik lahan yang ingin membuka kawasan hutan, dengan cara membersihkan lahannya dan membakar sampah.

Namun, setelah membakar lahan yang bersangkutan tidak menunggu hingga api padam, justru meninggalkan lokasi tersebut. Sehingga karena kondisi yang kering api pun dengan mudah menjalar.

“Hal ini sudah kami sosialisasikan kepada masyarakat bersama pemerintah terkait, agar di musim kemarau seperti saat ini jangan membakar sampah di lahan, jika membakar harus ditunggu namun masih ada oknum masyarakat yang tak menghiraukannya,” imbuhnya.

 Untuk itu pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengendalikan api. Pengendalian api dilakukan dengan jalan penyekatan agar tidak merembet ke mana-mana, mengingat kondisi hutan yang masih terbakar tidak bisa dimasuki armada.

Sedangkan terkait kerugian sendiri, Dedy belum bisa merinci secara pasti. Mengingat api belum sepenuhnya padam dan berpotensi menjalar ke bagian lainnya.

“Karena berpotensi menjalar luas, untuk penangannya kami memutus aliran api di jalur tengah dengan memadamkannya, mengingat jika terus menjalar hingga sampai ke hutan pinus api sangat sulit dikendalikan,” jelasnya.

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia