Minggu, 21 Apr 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Korban Sodomi Tambah, Tapi Tak Lapor

09 Oktober 2018, 12: 30: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Grafis Seputar Kasus Sodomi

Grafis Seputar Kasus Sodomi

TRENGGALEK- Setelah menjalani serangkaian penyidikan terhadap Paniyo, 60, warga Kecamatan Durenan tersangka pencabulan anak di bawah umur, kemungkinan besar korban bertambah. Itu didapat setelah tersangka mengakui perbuatan bejatnya kepada dua korban tambahan lainnya.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana mengatakan, memang korban pertama yang melapor Elang (bukan nama sebenarnya) Paniyo telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Namun ketika penyidik melengkapi berkas untuk melanjutkan proses hukum, berdasarkan pengakuan tersangka ada dua korban tambahan lagi.

”Dua korban itu hampir mirip dengan korban yang pertama melapor, yaitu berjenis kelamin laki-laki, masih di bawah umur dan tempat tinggalnya tidak jauh dari rumah tersangka,” katanya.

Dia melanjutkan, untuk itu beberapa hari lalu penyidik memanggil dua korban bersama orang tuanya yang didampingi relawan perlindungan anak. Dari situ diketahui, salah seorang korban ternyata masih memiliki hubungan kerabat dengan tersangka. Sedangkan satu korban lagi tidak memiliki hubungan kerabat, kendati meengenal tersangka.

”Setelah kami lakukan penyidikan diambil kesimpulan, orang tua kedua korban tersebut sepakat tidak menuntut,” ujarnya.

Kendati demikian, kedua orang tua korban meminta penyidik agar menghukum tersangka dengan hukuman seberat-beratnya. Karena kedua orang tua korban tidak menuntut, maka proses hukum yang dijalankan tersangka hanya berdasarkan satu laporan dari korban pertama.

”Kami telah menampung aspirasi orang tua kedua korban, dan saat ini dilakukan koordinasi dengan seksologi untuk mengetahui jenis apa penyimpangannya mengingat usia tersangka sudah tua,” jelas pria yang akrab disapa Andana ini.

Seperti diberitakan, perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur terjadi di wilayah Kota Keripik Tempe masih terjadi. Kali ini diduga dilakukan Paniyo, 60, warga Kecamatan Durenan, terhadap Elang (bukan nama sebenarnya), 9, yang tak lain tetangganya. Bocah yang masih duduk di bangku SD tersebut dilecehkan dengan disodomi. Kini kasus ini sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Trenggalek.

Sebenarnya, aksi bejat itu dilakukan Paniyo, Rabu (1/8) lalu. Kala itu sekitar pukul 06.30, korban di luar rumahnya dipanggil pelaku. Paniyo menyuruh korban untuk datang ke salah satu rumah kosong yang tidak jauh dari tempat tersebut. Dengan iming-iming akan dibuatkan layang-layang dan diberi uang saku Rp 10 ribu. (jaz/and)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia