Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Bentuk Tim, Selidiki Kasus Lelang

09 Oktober 2018, 15: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Grafis Kepolisian Soal Dugaan Kesalahan Dalam Lelang

Grafis Kepolisian Soal Dugaan Kesalahan Dalam Lelang

TRENGGALEK – Kasus kesalahan atau keteledoran administrasi pada proses lelang peningkatan jalan Desa Jajar, Kecamatan Gandusari pada tahun anggaran 2017 rupanya mendapat atensi dari aparat penegak hukum (APH). Korps kepolisian berencana membentuk tim untuk menindaklanjuti kabar mengenai adanya kesalahan dalam pengadaan barang dan jasa di Kota Keripik Tempe tersebut.

“ Otomatis (membentuk tim,red), akan kami dalami informasi ini,” ujar Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana, kemarin(8/10).

Menurut dia, kepolisian akan menindaklanjuti semua informasi yang masuk. Tidak hanya informasi dalam bentuk laporan, pengaduan maupun pemberitaan di media massa.

Sayangnya, sementara ini Andana –sapaanya- enggan berandai-andai mengenai langkah yang akan dilakukan ketika benar ada kesalahan. Meskipun sebenarnya, dia juga mendengar kabar kesalahan tersebut telah diakui oleh pihak penyelenggara pelelangan.

“ Wong belum ada pemeriksaan, benar dan tidaknya itu masih nanti,” tegas dia,

Pihaknya mengaku akan menindak tegas jika nanti terbukti ada kesalahan dalam pengadaan barang dan jasa tersebut. Dengan kata lain, persoalan ini memenuhi unsur pidana. Misal, ada indikasi korupsi, pemalsuan dokumen atau hal-hal yang memenuhi unsur pidana lainnya.   

Disinggung apakah selama ini tidak ada pendampingan dari kepolisian dalam proses pengadaan barang jasa pemerintah. Pria asli Madiun ini mengaku kepolisian memang dilibatkan. Hanya, konteks pendampingan itu hanya terbatas pada proses pengadaan saja tidak sampai pada teknis pelaksanaan kegiatan.

“ Tahun 2018 ini ada, tapi kalau 2017 lalu tidak ada pendampingan,” jelas dia.

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Trenggalek menyebut kesalahan administrasi dalam proses pelelangan peningkatan jalan di wilayah Kecamatan Gandusari tahun 2017 bukan hal baru. Diduga ada banyak program atau kegiatan lain yang syarat dengan permainan oleh oknum di lingkungan pengadaan barang/jasa. Kadin berharap aparat penegak hukum tidak tinggal diam melihat kondisi demikian.

“ Jadi se-profesional apapun (rekanan,red), kalau tidak di kehendaki menang ya tidak akan menang lelang,” ujar Sugeng Sumarsono, Ketua Kadin Trenggalek, kemarin(4/10).

Pihaknya merasa kasihan dengan para peserta lelang yang kalah gara-gara proses pengadaan barang dan jasa yang dirasa kurang sportif tersebut. Betapa tidak, untuk bisa melakukan penawaran kadang kala rekanan harus mengeluarkan uang yang tak sedikit. Itu selain syarat-syarat administratif yang harus dipenuhi.

Sementara itu, Imam Basuki, Wakil Ketua Komisi III DPRD mengaku tidak bisa berbuat banyak lantaran peristiwa ini sudah telanjur terjadi. Pihaknya hanya bisa berharap ada introspeksi dan perbaikan dalam proses pengadaan barang dan jasa. Ini agar tidak terulang lagi persoalan yang demikian dikemudian hari.

“ Kalau sudah seperti ini, bukan lagi wilayah kerja kami lagi,” tuturnya (hai/tri/and)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia