Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Korsleting, Rumah Kosong Terbakar

10 Oktober 2018, 14: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

GOSONG: Rumah kosong milik almh Wiji, masuk Desa Subontoro, Kecamatan Boyolangu, ludes dilalap jago merah, kemarin (9/10).

GOSONG: Rumah kosong milik almh Wiji, masuk Desa Subontoro, Kecamatan Boyolangu, ludes dilalap jago merah, kemarin (9/10). (AGUS DWIYONO/ RATU)

TULUNGAGUNG - Sebuah rumah di kawasan Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, terbakar kemarin (9/10). Diketahui, rumah itu milik almarhumah (almh) Wiji. Diduga penyebabnya korsleting listrik. Kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Dari iformasi yang berhasil dihimpun dari tim pemadam kebakaran (damkar) satpol PP Tulungagung, kebakaran terjadi sekitar pukul 09.30. Rumah terbakar bagian depan dan kamar. Barang-barang berupa kasur, kursi, dan lain sebagainya hangus dilalap si jago merah. “Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong,” ujar Kabid Damkar Satpol PP Tulungagung Rakidi.

Rumah memang sudah lama kosong. Setelah pemilik meninggal dunia, rumah dibiarkan tak dihuni. Sebab, anak-anak dari pemilik rumah sudah menetap di perantauan. Seperti di Kalimantan dan Jakarta. Akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 5 juta. Jumlah itu berdasar seluruh benda-benda di dalam rumah yang terbakar.

Peristiwa itu menambah daftar panjang catatan peristiwa kebakaran di Kota Marmer. Total kini sudah ada 49 kejadian. Itu termasuk pada Minggu (7/10) malam sekitar pukul 22.00, kebakaran di gudang kayu pinus. Tepatnya utara simpang empat Cuiri, dekat dengan SPBU masuk Desa Mojosari, Kecamatan Kauman. Diketahui gudang tersebut milik Ali, 38, warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu.

Kebakaran lain yakni pada Senin (8/9). Api melalap dapur rumah milik Widyo Purwanto, warga Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru. Api berasal dari dapur. Ketika itu, Mursiah, istri Widyo memasak nasi. Sambil menunggu matang, dia meninggalkannya di ruang keluarga. Karena kelelahan bekerja, Mursiah tertidur, sedangkan kompor yang dipakai memasak masih menyala.

Senin malam sekitar pukul 19.00, kebakaran juga terjadi di Desa Bendiljatiwetan, Kecamatan Sumbergempol. Yakni tempat penggilingan tebu milik Sarengat, 60, warga setempat.

Dari data tim damkar satpol PP Tulungagung, ada empat kali kebakaran selama tiga hari berturut-turut. Mulai dari rumah, gudang, tempat penggilingan tebu, dan lain sebagainya. “Empat kali kejadian di tiga hari ini,” kata Rakidi.

Dia mengaku, kejadian tersebut juga terjadi karena faktor cuaca kemarau. Sebab, benda-benda di sekitar akan mengering dan mudah terbakar. “Warga diimbau lebih waspada karena cuaca semakin panas,” jelasnya. (yon/ed/wen)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia