Minggu, 21 Oct 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

127 Warga Punya NIK Ganda

Rabu, 10 Oct 2018 16:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

DATA TUNGGAL: Petugas Dispendukcapil Trenggalek mencetak e-KTP yang dinyatakan telah print ready record (PRR).

DATA TUNGGAL: Petugas Dispendukcapil Trenggalek mencetak e-KTP yang dinyatakan telah print ready record (PRR). (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek harus terus melakukan pembaruan data yang dimiliki terkait daftar pemilih tetap (DPT) di wilayahnya. Pasalnya, masih ditemukan warga yang memiliki nomor induk kependudukan (NIK) ganda.

Data itu berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek dari KPU Trenggalek. Berdasarkan data di KPU pusat, terdapat sekitar 88 ribu lebih DPT di Trenggalek yang memiliki NIK ganda. Sedangkan berdasarkan data di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), ada 164 ribu lebih DPT di Trenggalek memiliki NIK ganda.

“Berdasarkan data itu, kami langsung melakukan cross check bersama pihak terkait. Seperti partai politik (parpol), Bawaslu, dan sebagainya,” ungkap Ketua KPU Trenggalek Suripto.

Dia melanjutkan, hasilnya hanya ditemukan 127 daftar pemilih atau warga yang punya NIK ganda. Selain itu, yang dimaksud masih banyaknya warga memiliki NIK ganda bukanlah DPT karena dibintangi empat digit pada NIK. Hampir dipastikan data yang dimaksud merupakan daftar pemilik sementara (DPS).

“Jika DPT, pastinya dibintangi enam digit di NIK,” katanya.

Jika telah ditetapkan sebagai DPT, pasti jumlahnya akan berubah setiap waktu. Mengingat dalam DPT tersebut pasti ada calon pemilih yang meninggal atau pindah alamat. Ini terbukti sejak DPT pada pemilihan gubernur (pilgub) lalu. Hingga kemarin (9/10) tercatat ada 600 ribu lebih DPT yang meninggal.

“DPT terus bergerak. Makanya kami selalu lakukan pembaruan sehingga yang meninggal itu tidak masuk dalam DPT lagi,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, terkait NIK ganda, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Trenggalek Ekanto Malipurbowo menjelaskan, kini dipastikan penduduk Trenggalek yang memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) ketunggalan datanya. Terkait ada NIK ganda tersebut, kemungkinan karena ada ketidakcocokan data yang dimiliki KPU pusat setelah dikirimkan ke KPU Trenggalek. Untuk mengatasinya, KPU Trenggalek harus melaporkan ke KPU pusat, yang nantinya dari KPU pusat diteruskan ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil).

Sebab, KPU Trenggalek tidak diperbolehkan mengambil data kependudukan dari Dispendukcapil Trenggalek.

“Jadi pembenaran data itu ditangani langsung di tingkat pusat. Sebab data di Ditjen Dukcapil berasal dari kami yang telah dipastikan ketunggalan datanya,” jelasnya. (jaz/tri/ed/and)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia