Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Pemanfaatan Kios Ngrowo Water Front Mengambang

11 Oktober 2018, 14: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

KOSONG MELOMPONG: Bangunan kios Ngrowo Water Front yang belum dimanfaatkan hingga kini.

KOSONG MELOMPONG: Bangunan kios Ngrowo Water Front yang belum dimanfaatkan hingga kini. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Warga sekitar Sungai Ngrowo yang ingin memanfaatkan kios Ngrowo Water Front tampaknya hanya bisa bersabar. Mengingat sampai kini belum ada kejelasan sampai kapan bangunan yang berada di sisi timur sungai itu bisa dimanfaatkan. Padahal bangunan itu sudah selesai dibangun sejak beberapa bulan yang lalu.

Edi Subkhan, salah satu warga sekitar mengatakan, warga yang berminat memanfaatkan bangunan tersebut memang hanya bisa bersabar. Sebab sampai kini belum ada kejelasan sampai kapan para peminat bisa menempati.

“Sampai kini belum ada kabar kapan bisa ditempati,” katanya kemarin (10/10).

Menurut dia, sebenarnya warga hanya bisa menunggu kejelasan penempatan. Padahal selama ini seluruh warga berharap bisa membuka lapak berjualan untuk menggerakkan sektor perekonomian di situ yang selama ini memang kalah dari area Ngrowo Jogging Track.

“Kalau fasilitas pendukung lengkap, kemungkinan bisa segera ditempati,” tandasnya.

Pria ramah ini melanjutkan, kondisi bangunan tersebut kini memang seakan tak bertuan. Karena masih kosong melompong dan tidak adanya pembatas antara satu lapak dengan lapak lainnya. Bahkan belum terlihat adanya jaringan listrik yang nantinya bakal bisa menerangi lokasi itu.

“Yang paling penting harus ditata lagi dari awal,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Tulungagung Saiful Anwar. Dia berpendapat, ada baiknya instansi terkait segera merancang pola pemanfaatan bangunan tersebut. Apalagi sejak awal dibangun untuk mendukung program pemerataan perekonomian. Jangan sampai bangunan yang menelan anggaran besar terabaikan begitu saja.

“Sampai kini kami belum tahu apakah ada rencana pengajuan anggaran untuk melengkapi sarana dan prasarana di situ,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut politisi PDI Perjuangan ini, keberadaan bangunan itu harus tetap dijaga agar jangan sampai rusak. “Eman-eman jika tidak segera dimanfaatkan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, pembangunan kios Ngrowo Water Front menelan anggaran hingga Rp 352,4 juta pada 2017 silam. Rencana awalnya, bangunan ini untuk menghidupkan perekonomian lokasi itu yang belum mampu bersaing dengan Ngrowo Jogging Track. (rka/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia