Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Nyaru sebagai Teman, Gasak Emas 24 Gram

11 Oktober 2018, 15: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

JANGAN MUDAH PERCAYA: Polisi menunjukkan Sunarti, pelaku penipuan yang berpura-pura sebagai teman anak korbannya.

JANGAN MUDAH PERCAYA: Polisi menunjukkan Sunarti, pelaku penipuan yang berpura-pura sebagai teman anak korbannya. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Jangan mudah percaya dengan seseorang yang baru saja dikenal. Mungkin hal itu yang harus dilakukan masyarakat Kota Keripik Tempe. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan, orang yang baru saja dikenal itu berniat jahat. Buktinya, Selasa (9/10) kemarin, Sunarti, 40, warga Desa Polaman, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, dibekuk Unit Reskrim Polsek Gandusari, karena diduga melakukan penipuan dan pencurian terhadap Misriah, warga Desa Krandegan, Kecamatan Gandusari.

Akibat aksi penipuan tersebut, ditaksir korban mengalami kerugian sebesar Rp 14 juta, mengingat perhiasan emas seberat 47 gram dan satu unit handphone (HP) miliknya dibawa kabur pelaku. Kini polisi masih mendalami kasus ini, diduga kuat ada korban lain.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, peristiwa tersebut bermula pada Selasa (2/10) lalu. Saat itu, sekitar pukul 16.00, pelaku datang ke rumah korban dan mengaku sebagai teman anaknya yang menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Taiwan. Bersamaan itu, pelaku berkata kepada korban bahwa anaknya yang bekerja di Taiwan sedang hamil. Sehingga dirinya diminta oleh anak korban untuk datang ke rumah orang tuanya guna meminta uang untuk membelikan obat anaknya yang sedang hamil tersebut.

”Saat itu, pelaku melakukan bujuk rayu kepada korban hingga korban pun percaya akan perkataan pelaku,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa Saputra.

Dia melanjutkan, setelah mempercayai perkataan pelaku, akhirnya korban berucap tidak punya uang. Yang dimiliki korban adalah berbagai jenis perhiasan emas seberat 47 gram. Selanjutnya korban langsung menyerahkan perhiasan tersebut berikut nota pembeliannya kepada pelaku. Perhiasan tersebut diserahkan kepada pelaku dengan maksud untuk dicairkan sebagai biaya pembelian obat anak korban.

“Bukan hanya itu, di saat dan lokasi yang sama, ternyata diam-diam pelaku juga mencuri HP korban,” katanya.

Setelah sukses menjalankan aksinya, pelaku akan pergi dan berjanji akan kembali dengan membawa obat sesuai pesanan anak korban. Namun setelah ditunggu hingga pukul 18.00, pelaku tak kunjung kembali. Saat itulah korban mulai sadar bahwa HP-nya telah dibawa pelaku dan menjadi korban penipuan. Akhirnya korban melapor ke Polsek Gandusari untuk proses hukum selanjutnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Gandusari melakukan serangkaian penyelidikan. Hingga pada Senin lalu mengetahui keberadaan pelaku. Saat itu juga polisi langsung menuju ke lokasi dan keesokan harinya sekitar pukul 02.00 pelaku berhasil diringkus di kediamannya. Nantinya jika terbukti bersalah, pelaku akan dijerat hukuman berdasarkan pasal 362 dan atau 378 KUHP tentang Pencurian dan atau Penggelapan, yang diancam dengan pidana maksimal empat tahun penjara.

“Kasus ini sedang kami kembangkan. Mengingat kemungkinan ada korban lainnya. Untuk itu, diharapkan kepada masyarakat yang merasa menjadi korban, segera melapor,” jelas Didit.

Sementara itu, pelaku Sunarti mengakui semua tuduhan tersebut. Dia mengaku, setelah berhasil menipu dan menjual perhiasan korban, uang hasil dari kejahatan tersebut digunakan untuk membeli sepeda motor bekas dan membayar hutang. Selain itu, sebelum beraksi, dirinya sesekali mengorek informasi dari tetangga korban mengenai nama dan statusnya. Termasuk anak korban yang menjadi TKW.

“Sebelunya saya tidak kenal korban, makanya beberapa saat sebelum beraksi mencari informasi terlebih dahulu,” akunya. (jaz/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia