Minggu, 21 Oct 2018
radartulungagung
icon featured
Features

Fatna dan Zakiyya, Atlet Pencak Silat Berprestasi asal Trenggalek

Kamis, 11 Oct 2018 16:00 | editor : Anggi Septian Andika Putra

CABOR UNGGULAN: Fatna (pegang medali kiri) dan Zakiyya, ketika ditemui kemarin.

CABOR UNGGULAN: Fatna (pegang medali kiri) dan Zakiyya, ketika ditemui kemarin. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

Fatna Resty Fannesa dan Zakiyya Surya Nada mampu membuktikan eksistensinya menekuni cabang olahraga (cabor) pencak silat. Begitu banyak prestasi yang ditorehkan kedua gadis manis yang kini masih duduk di bangku SMA tersebut. Terbaru, mereka baru saja mendapatkan medali emas pada Kejurprov Pencak Silat Jatim 2018 Selasa (2/10) hingga Sabtu (6/10) lalu. Mereka bersiap mengikuti event serupa di jenjang lebih tinggi.

ZAKI JAZAI

Menekuni olahraga bela diri pencak silat sejatinya bukan untuk gagah-gagahan atau berbuat onar, melainkan untuk meraih prestasi. Itu yang coba dibuktikan oleh Fatna Resty Fannesa dan Zakiyya Surya Nada. Berbagai prestasi dari cabor tersebut mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi pernah diraihnya. Itu terlihat ketika Jawa Pos Radar Trenggalek menemuinya di kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) kemarin (10/10).

Keceriaan dan rasa percaya diri masih ditunjukkan kedua gadis berusia 17 tahun tersebut. Sesekali mereka memberikan senyum ketika bercerita tentang pengalamannya setelah mengikuti event yang dahulunya bernama pekan olahraga pelajar daerah (Popda) tersebut.

“Banyak pengalaman yang kami rasakan ketika mengikuti event itu, salah satunya saat saya terkena pukulan di mata oleh lawan,” ungkap Fatna Resty Fannesa kepada Koran ini.

Sebab, saat itu di babak terakhir ketika perolehan poinnya unggul jauh dari sang lawan, lawan mulai bermain kasar. Sehingga beberapa kali pukulan atau tendangan selalu keluar lintasan, hingga mengenai salah satu matanya. Tak ayal, akibat pukulan tersebut, dirinya seperti terlihat menangis.

“Kena pukulan pada bagian mata atau lainnya itu sudah risiko, syukurlah saat itu saya menang telak dengan skor 5-0,” katanya.

Sedangkan untuk proses persiapan untuk mengikuti event tersebut, dirinya sudah mempersiapkan diri sejak Januari lalu. Saat itu, dirinya dan rekan atlet dari Trenggalek lainnya melaksanakan program latihan yang dijadwalkan oleh tim pelatih.

Sebelumnya pelaksanaan dijadwalkan sekitar bukan Juli. Namun karena berbagai pertimbangan, panitia menunda pelaksanaan hingga awal Oktober kemarin.

Dari situ, dirinya harus bisa membagi waktu antara belajar dan berlatih. Mengingat kini telah duduk di bangku kelas XII SMA.

Karena alasan itulah, siswi SMAN 1 Trenggalek ini selalu menyempatkan diri untuk belajar sepulang latihan. Baik itu mengerjakan tugas, membaca buku yang akan diajarkan, dan sebagainya. Kini sekolah menggunakan sistem full day yang membuatnya selalu pulang sore. Sehingga jeda waktu yang sedikit itu digunakan untuk istirahat dan berangkat latihan setelah menunaikan salat Magrib.

“Biasanya latihan selesai sekitar pukul 22.00. Makanya hampir setiap malam saya hanya tidur sekitar dua jam saja,” jelasnya.

Hal yang hampir sama diungkapkan oleh Zakiyya Surya Nada. Dia menambahkan, semenjak Januari lalu, hampir setiap hari kecuali Jumat, dirinya selalu mengikuti latihan. Jika ada waktu luang di sekolah seperti ketika jam istirahat atau jam kosong, dirinya selalu memanfaatkan untuk mengerjakan tugas atau belajar.

“Memang sangat sulit. Namun dengan padatnya jadwal latihan khususnya ketika akan mengikuti event, tidak ada yang bisa saya lakukan selain pandai membagi waktu,” ujarnya.

Untuk itu, dengan prestasi yang diperolehnya, dirinya dan para atlet pencak silat berharap pemerintah lebih memperhatikan cabor pencak silat. Sebab, di berbagai event olahraga, pencak silat merupakan salah satu cabor yang mengharumkan nama Trenggalek.

Sehingga diharapkan pemerintah selalu menyertakan cabor pencak silat dalam berbagai event olahraga yang dilaksanakan oleh kabupaten sebagai pengalaman para atlet lainnya. Apalagi direncanakan pada Kamis (18/10) mendatang, gadis 17 tahun ini bersama Fatna akan mengikuti pusat latihan daerah (puslatda) sebelum berangkat ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil), yang rencananya dimulai pada Senin (22/10) mendatang.

“Kami mohon doa dan dukungannya agar berhasil membawa pulang medali pada event tersebut. Sebab selain membawa harum nama Jatim, juga membawa harum nama Trenggalek,” jlentreh-nya.

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Trenggalek Sigid Agus Hari Basuki menambahkan, dengan peraihan prestasi tersebut, IPSI berharap pemerintah lebih memperhatikan proses pembinaannya. Salah satunya dengan mengikutsertakan cabor pencak silat di event olahraga yang diselenggarakan di kabupaten, seperti kejuaraan kabupaten (kejurkab). Sebab, di berbagai event resmi tingkat provinsi, pencak silat merupakan salah satu cabor yang mengharumkan nama Trenggalek dengan perolehan medalinya.

“Semoga saja keberadaannya lebih diperhatikan, dan selanjutnya cabor pencak silat dimasukkan ke kejurkab,” imbuhnya.

Di lain pihak, Kepala Disdikpora Trenggalek Kusprigianto menjelaskan, disdikpora akan terus melakukan pembinaan pada cabor pencak silat. Mengingat pencak silat merupakan salah satu cabor unggulan yang dimiliki oleh Trenggalek. Itu terbukti dengan perolehan prestasi di berbagai event resmi. Selain itu, banyak generasi muda di Trenggalek yang berpotensi pada cabor pencak silat

“Pembinaan akan terus kami lakukan. Semoga saja nanti ada atlet pencak silat dari Trenggalek yang berprestasi di tingkat nasional, bahkan internasional,” jelasnya. (ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia