Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Cerita Siswa SMKN 1 Boyolangu di Balik Raihan Juara Umum JBIC 2018

12 Oktober 2018, 12: 30: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TERBAIK: Sembilan siswa SMKN 1 Boyolangu memamerkan trofi yang diraih di JBIC 2018.

TERBAIK: Sembilan siswa SMKN 1 Boyolangu memamerkan trofi yang diraih di JBIC 2018. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

Meraih juara umum tentu menjadi idaman banyak pihak. Hal tersebut pun akhirnya dicapai SMKN 1 Boyolangu yang bisa melibas perwakilan SMK dari Jawa dan Bali dalam Jawa-Bali IT Competition (JBIC) di Malang beberapa waktu lalu.

DHARAKA R. PERDANA

Senyum kemenangan masih menghiasi raut muka sembilan siswa SMKN 1 Boyolangu. Bagaimana tidak, mereka bisa melibas seluruh perwakilan SMK se-Jawa dan Bali pada event JBIC 2018. Padahal mereka hanya menargetkan ada perbaikan peringkat dibanding 2017 silam.

Ditemui di sekolah beberapa waktu lalu, Djunaedi, guru pembimbing mereka mengisahkan, perjuangan para anak didiknya memang tidak gampang. Mengingat mereka harus bertemu lagi dengan rival klasik dari kota besar yang selama ini memang menjadi saingan berat.

“Namun sejak awal, saya memang menekankan kepada mereka agar bermain lepas,” katanya memulai obrolan.

Untuk persiapan memang sudah dilakukan jauh-jauh. Apalagi dalam kompetisi itu, ada dua bidang yang diperlombakan. Yakni algoritma dan animasi. Sehingga pihak sekolah harus mempersiapkan siswa yang benar-benar siap terjun ke medan laga. Syarat pertama yang harus dipenuhi adalah harus mengirimkan hasil karya ke panitia.

Selang beberapa hari kemudian, ada pemberitahuan jika karya siswanya maju ke grand final. Tak ayal, disambut dengan sukacita, meskipun mereka harus berhadapan dengan musuh bebuyutan dari Surabaya.

“Sempat juga dibilangi jika kami benar-benar niat untuk menjadi yang terbaik. Nyatanya tumus atau menjadi kenyataan,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Andhika Christian Sasmita, pembimbing lainnya yang mengaku tidak kesulitan mencari siswa penerus tongkat estafet, yang tahun lalu juga merebut juara I. Apalagi pola pembinaan memang dilakukan secara berjenjang agar tetap ada regenerasi.

“Anaknya memang berbeda, tetapi secara kemampuan dan skill hampir sama,” jelasnya.

Andhika -sapaan akrabnya- menambahkan, pihaknya memang menargetkan agar hasil yang dicapai tahun ini bisa dipertahankan selama mungkin. Karena secara otomatis bisa membawa nama harum daerah ke jenjang yang lebih tinggi.

“Prestasi ini harus dipertahankan selama mungkin,” jelasnya.

Sementara itu, Airlangga Tito Pamungkas mengaku tidak grogi selama kompetisi berlangsung. Dia sudah dibekali persiapan yang cukup matang di sekolah hingga tiba hari H kompetisi berlangsung.

“Kami semua berusaha bermain se-enjoy mungkin. Nyatanya bisa menjadi yang terbaik,” ungkapnya. (*/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia