Minggu, 21 Oct 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Pura-Pura Sewa, Cewek Gelapkan Avanza

Jumat, 12 Oct 2018 15:30 | editor : Anggi Septian Andika Putra

JANGAN MUDAH PERCAYA: Titik, pelaku penggelapan mobil dengan dalih menyewa, saat diperlihatkan di Mapolres Trenggalek

JANGAN MUDAH PERCAYA: Titik, pelaku penggelapan mobil dengan dalih menyewa, saat diperlihatkan di Mapolres Trenggalek (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Warga Kota Keripik Tempe harus selalu berhati-hati ketika meminjamkan atau menyewakan barang miliknya. Pasalnya, kemarin terjadi aksi penipuan mobil dengan modus menyewa. Kali ini dilakukan oleh Titik Wiji Rifayati, warga Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Wanita berusia 32 tahun ini nekat membawa kabur mobil milik Eko Priyo, warga Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan.

Akibat aksi itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 130 juta. Kini pelaku beserta barang bukti diamankan Polres Trenggalek guna proses hukum selanjutnya.

Kejadian bermula pada Minggu (28/1) lalu. Saat itu sekitar pukul 10.00, pelaku bertemu korban di rumahnya dengan tujuan untuk menyewa mobil Toyota Avanza Nomor Polisi (nopol) AG 1342 YK milik korban. Alasannya, pelaku akan menggunakannya untuk belanja barang-barang keperluan tokonya.

“Setelah bernegosiasi, akhirnya korban setuju meminjamkan mobilnya dengan sewa rental harian,” ungkap Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana.

Namun setelah ditunggu beberapa hari, mobil tersebut tidak kunjung dikembalikan. Selang beberapa hari kemudian, korban mengetahui jika mobil tersebut digunakan jaminan hutang pelaku sebesar Rp 244 juta kepada rekannya dengan inisial M. Mengetahui informasi itu, korban berupaya menghubungi pelaku agar secepatnya mengembalikan mobil tersebut.

“Setelah berulangkali diminta, ternyata tidak ada iktikad baik dari pelaku. Hingga korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Trenggalek sekitar Mei lalu,” katanya.

Mendapatkan informasi tersebut, polisi langsung melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengetahui keberadaan mobil dan pelaku. Dari situ akhirnya polisi mengetahui bahwa mobil berada di tangan GI, rekan pelaku lainnya dan dibawa ke wilayah Kabupaten Sampang, Madura. Penyidik langsung menghubungi pelaku agar menyerahkan mobil korban secara baik-baik.

Jika terbukti bersalah, pelaku akan diancam berdasarkan pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang Penipuan dan atau Penggelapan. Dengan pidana maksimal empat tahun penjara.

“Kasus ini begitu rumit. Makanya kami akan terus melakukan penyidikan untuk mengetahui ada pelaku atau korban lainnya,” jelas pria yang akrab disapa Andana tersebut.

Sementara itu, pelaku Titik Wiji Rifayati mengaku telah menyewa mobil tersebut dari korban. Namun dirinya mengelak jika telah menggelapkan mobil tersebut sebagai jaminan hutangnya. Mengingat mobil yang disewanya itu tiba-tiba dirampas oleh pelaku dan langsung membawanya kabur.

“Saya pasrah akan tuduhan ini, biarkan pengadilan yang membuktikannya,” akunya. (jaz/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia