Minggu, 21 Oct 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Truk Tangki Air Bersih Kurang

Jumat, 12 Oct 2018 14:30 | editor : Anggi Septian Andika Putra

TERUS DISUPLAI: Masyarakat terdampak kekeringan ketika mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD yang kini prosesnya ditangani oleh PDAM.

TERUS DISUPLAI: Masyarakat terdampak kekeringan ketika mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD yang kini prosesnya ditangani oleh PDAM. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek harus secepatnya menyediakan armada mobil tangki untuk pendistribusian air bersih. Pasalnya, kini armada yang digunakan Perusahaan Daerah Air Minun (PDAM) Trenggalek untuk mengatasi kekeringan air bersih dinilai masih kurang.

Kabag Teknik PDAM Tirta Dharma Trenggalek Sudarmono mengatakan, berbeda dari bulan sebelumnya, Oktober ini seluruh proses distribusi dilakukan PDAM. Itu berkaitan dengan penggunaan biaya tidak terduga (BTT) dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Trenggalek untuk pengiriman air bersih.

“Jika di bulan sebelumnya memang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga melakukan pendistribusian air bersih, Oktober ini hanya kami yang melakukan,” katanya.

Dia melanjutkan, armada yang dikerahkan untuk penyaluran tersebut sejumlah 10 unit. Jumlah itu terbagi delapan unit milik PDAM dan dua unit milik BPBD.Jika dihitung berdasarkan desa yang mengajukan bantuan air bersih karena mengalami kekeringan yang sementara ini berjumlah 43 desa, praktis dibutuhkan minimal 20 armada.  Sehingga armada yang digunakan untuk pendistribusian bantuan tersebut masih kurang.

“Kendati demikian, kami akan memaksimalkan armada yang ada kini untuk mengirimkan kebutuhan air tersebut,” katanya.

Sebab, setiap armada yang dimiliki kini berkapasitas 3 ribu hingga 4 ribu liter air bersih. Dari kapasitas tersebut, setiap titik kekeringan bisa tercukupi dengan pengiriman dua tangki armada. Kondisi geografis yang jauh membuat daerah yang membutuhkan belum terjangkau. Kendati demikian, PDAM akan terus memaksimalkan armada yang ada dengan terus mengoperasikan baik siang maupun malam.

“Armada itu terus beroperasi selagi dibutuhkan. Namun hanya sopir dan petugas lainnya yang bergantian,” jelasnya.

Seperti diberitakan kian hari, kekeringan yang melanda wilayah Kota Keripik Tempe kian menjadi. Buktinya, sedikitnya ada 43 desa di wilayah Trenggalek terdampak kekeringan. Bahkan jumlah itu lebih banyak tujuh desa, dari surat keputusan (SK) bupati tentang tanggap darurat bencana kekeringan yang 36 desa. Kemungkinan itu karena kemarau di Trenggalek lebih panjang dari tahun sebelumnya. (jaz/ed/and)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia