Minggu, 21 Oct 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Terapkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Berbasis IT

Jumat, 12 Oct 2018 13:09 | editor : Anggi Septian Andika Putra

CANGGIH: Salah seorang personel memeriksa peralatan untuk uji kir kendaraan.

CANGGIH: Salah seorang personel memeriksa peralatan untuk uji kir kendaraan. (DISHUB TULUNGAGUNG FOR RATU)

TULUNGAGUNG - Pengujian berkala kendaraan bermotor merupakan serangkaian kegiatan menguji dan atau memeriksa bagian kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus. Itu juga sebagai pemenuhan terhadap persyaratan teknis dan laik jalan yang dilakukan secara berkala.

Pengujian kendaraan bermotor juga berdasarkan pasal 49 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2009 tentang Kendaraan dan Pengemudi. Disebutkan jika setiap kendaraan bermotor jenis mobil bus, mobil barang, kendaraan khusus, kereta gandengan, dan kereta tempelan yang diimpor, dibuat dan atau dirakit di dalam negeri, dan kereta umum yang akan dioperasikan di jalan, wajib dilakukan uji berkala. Masa uji berkala berlaku selama enam bulan.

Pengujian berkala bertujuan memberikan jaminan keselamatan secara teknis terhadap penggunaan kendaraan bermotor di jalan. Tujuan lain, yakni melestarikan lingkungan dari kemungkinan pencemaran yang diakibatkan oleh pengguna kendaraan bermotor di jalan. Serta memberikan pelayanan umum kepada masyarakat.

Dalam pengujian itu, terdapat persyaratan teknis. Yakni persyaratan tentang susunan peralatan, perlengkapan, ukuran, bentuk, karoseri, pembuatan, rancangan teknis kendaraan sesuai dengan peruntukannya, emisi gas buang, serta penggandengan dan penempelan kendaraan.

Ada beberapa persyaratan teknis kendaraan. Persyaratan rangka dan landasan, motor penggerak, sistem pembuangan, sistem roda, sistem suspensi, persyaratan alat kemudi, sistem rem, lampu-lampu, dan alat pantul cahaya. Ada juga persyaratan komponen pendukung, persyaratan badan kendaraan bermotor, serta peralatan dan perlengkapan kendaran.

Persyaratan laik jalan merupakan persyaratan minimum kondisi suatu kendaraan yang harus dipenuhi. Tujuannya, agar terjamin keselamatan dan mencegah terjadinya pencemaran udara serta kebisingan lingkungan pada waktu operasi di jalan.

Persyaratan laik jalan kendaraan bermotor meliputi beberapa hal. Di antaranya emisi gas buang; kebisingan suara kendaran bermotor; efisiensi sistem rem utama; efisiensi sistem rem parkir; kincup roda depan; tingkat suara klakson; kemampuan pancar dan arah sinar lampu; radius putar; alat penunjuk kecepatan dan kekuatan; unjuk kerja dan ketahanan ban luar untuk setiap jenis, ukuran, dan lapisan; serta kedalaman alur ban luar.

Sasaran pengujian meliputi kegiatan pemeriksaan, pengujian percobaan, dan penilaian tertentu. Diarahkan kepada setiap kendaraan wajib uji secara keseluruhan kepada bagian–bagian kendaraan secara fungsional dalam sistem komponen dan ukuran-ukuran atau dimensi teknis, berdasarkan persyaratan teknis yang objektif.

Pelayanan pengujian secara berkala belum dapat menjangkau setiap kendaraan bermotor. Dan mengutamakan jenis–jenis kendaraan yang intensitas penggunaannya cukup tinggi serta kecenderungan mengakibatkan bahaya yang relatif tinggi. Yakni mobil penumpang umum, bus, mobil barang, kereta tempelan, dan kereta gandengan.

Dalam meningkatkan pelayanan uji kir, Dishub Tulungagung kooperatif menjemput bola. Selama ini memang hanya menunggu orang datang uji kir. Karena itulah, diupayakan punya database, minimal menginformasikan kapan uji kir kendaraan akan habis. Paling tidak, satu bulan sebelumnya diingatkan.

Sayangnya, masih ada pemilik kendaraan yang tidak uji kir. Jemput bola diharapkan akan meningkatkan ketertiban uji kir.

Polanya jangan menunggu saja. Harus mengembangkanpelayanan.Uji kir menurut peraturan boleh dilakukan pihak swasta. Selama ini, swasta dan agen pemegang merek (APM) belum maksimal. Dishub memangtengahfokusuntukmenata keselamatan berkendara.

Sejauh ini, yang banyak ditemukan adalah mengenai usia kendaraan angkutan yang lebih dari ketentuan. Seharusnya angkutan umum bisa digunakan maksimal pada tahun ke-10. Lebih dari itu, khawatir jika kondisi kendaraan akan jelek.

Dalam proses pelaksananaan uji kir di Tulungagung, sudah menerapkan sistem informasi manajemen (SIM) yang berbasis IT. Pelaksanaan uji berkala kendaraan bermotor dilaksanakan berdasarkan pemeriksaan fisik kendaraan menggunakan skor atau nilai yang di-input langsung pada software SIM PKB Versi 3.0. Kondisi riil kendaraan akan terbaca dan terekam pada sistem. Sehingga dapat dinyatakan lulus atau tidak berdasarkan hasil akumulasi nilai software tersebut.

Dengan adanya perkembangan teknologi dan peningkatan profesionalisme personel dishub, diharapkan akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Tulungagung. (*/wen/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia