Kamis, 15 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Ngaku Diserang Lebih Dulu

Sabtu, 13 Oct 2018 11:05 | editor : Anggi Septian Andika Putra

GRAFIS BENTROKAN VERSI ROMBONGAN KELOMPOK PEMUDA

GRAFIS BENTROKAN VERSI ROMBONGAN KELOMPOK PEMUDA (HENDRA NOVIAS/RATU)

TULUNGAGUNG - Bentrok antarpemuda di Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung, pada Minggu (7/10) lalu bukan tanpa alasan terjadi. Diduga ada tindakan kesengajaan untuk menghadang dan melempar rombongan kelompok pemuda setelah pulang dari acara di Trenggalek.

Dengan begitu, kelompok pemuda yang pulang dari Kota Keripik Tempe itu tersulut emosi dan mengejar kelompok pemuda di desa tersebut. “Dalam perjalanan dari Trenggalek ke Durenan aman-aman saja tidak ada masalah,” ungkap tokoh masyarakat Kecamatan Bandung, Amin Tohari kemarin (12/10).

Menurut dia, saat rombongan kelompok pemuda itu di Desa Surahan Lor, tiba-tiba muncul unsur provokasi. Ada lemparan batu hingga mercon dari seberang sungai, ladang jagung.

Tentu jumlah anggota rombongan begitu banyak dengan mudah jadi sasaran. Tak sedikit yang terkena lemparan batu dan terluka.

Dari situ mulai ada suasana tak nyaman. Ketika lemparan batu sudah reda, rombongan mengejar sejumlah pemuda yang masuk ke Desa Suruhan Lor. “Kami menduga sudah ada persiapan untuk memicu konflik, termasuk temuan senjata tajam,” ungkapnya.

Bahkan, rata-rata pemuda yang berada di Desa Suruhan Lor bukan warga setempat sehingga sulit dikenali. “Bisa dari luar desa atau kota lain. Temuan dari anggota kami berupa bendera kelompok pemuda lain dan senjata tajam tersimpan di jok sepeda motor,” tandas pria berbadan gempal ini.

Tak menutup kemungkinan, perusakan rumah warga bisa dari kelompok pemuda lain, bukan dari rombongan acara di Trenggalek. Dengan begitu, seolah-olah ada serangan dan merusak rumah warga.

Di tempat sama, salah satu anggota pengamanan rombongan dari Trenggalek, Kuswanto mengaku melihat secara langsung ketika rombongan diserang lebih dulu menggunakan batu. Memang semula diam, tapi melihat anggota rombongan terluka, tentu terpancing emosi dan mengejar mereka yang melempar.

Mudah-mudahan kondisi yang sudah mulai kondusif ini akan tetap terjalin. “Sudah mulai aman. Semoga tidak terulang kembali,” tandasnya. (yon/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia