Kamis, 15 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Trenggalek Raih Swasti Saba Wistara Tingkat Provinsi Jawa Timur

Program Kabupaten Sehat Tahun 2018

Senin, 15 Oct 2018 10:51 | editor : Anggi Septian Andika Putra

SELAMAT: Bupati Trenggalek Dr Emil Elestianto Dardak, Msc, saat menerima penghargaan Swasti Saba Wistara tingkat provinsi dari Gubernur Jatim Soekarwo.

SELAMAT: Bupati Trenggalek Dr Emil Elestianto Dardak, Msc, saat menerima penghargaan Swasti Saba Wistara tingkat provinsi dari Gubernur Jatim Soekarwo.

TRENGGALEK – Setelah berhasil meraih Swasti Saba Padapa di tahun 2015 dan Swasti Saba Wiwerda di tahun 2017, Kabupaten Trenggalek akhirnya meraih Swasti Saba Wistara. Yaitu penghargaan tingkat nasional level tertinggi untuk Program Kabupaten/Kota Sehat.

Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Trenggalek Dr Emil Elestianto Dardak, MSc, pada Jumat (12/10). Sebelumnya, pada Kamis (11/10) dilaksanakan Rapat Kerja dan Pembinaan Penyelenggaraan Program Kabupaten Sehat Tahun 2018.

Rapat kerja berlangsung di Gedung Bhawarasa kompleks Pendapa Manggala Praja Nugraha. Rapat oleh pengurus dan anggota Forum Kabupaten Sehat ini dihadiri juga oleh Wakil Bupati (Wabup) Trenggalek H Mochamad Nur Arifin, Senior Consultant The World Bank Elviyanti Martini, Tim Pembina Teknis Kabupaten/Kota Sehat Provinsi Jawa Timur Ahmad SKM, MKes, seluruh OPD terkait, Ketua Forum Komunikasi Desa/Kelurahan Sehat, dan Ketua Pokja Desa/Kelurahan Sehat se-Kabupaten Trenggalek.

TARGET 2019 ODF: Wabup Trenggalek H Moch Nur Arifin bersama Ketua Forum Trenggalek Sehat Penny Mulyadi dan para narasumber saat rapat kerja dan pembinaan penyelenggaraan Program Kabupaten Sehat Tahun

TARGET 2019 ODF: Wabup Trenggalek H Moch Nur Arifin bersama Ketua Forum Trenggalek Sehat Penny Mulyadi dan para narasumber saat rapat kerja dan pembinaan penyelenggaraan Program Kabupaten Sehat Tahun

Ketua Forum Trenggalek Sehat Penny Mulyadi mengatakan, dukungan dari semua pihak turut menentukan keberhasilan menciptakan Kabupaten Trenggalek sebagai kabupaten sehat. Yaitu kabupaten yang bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni penduduk.

“Di antaranya yang masih menjadi kebiasaan seperti kebiasaaan merokok di tempat umum dan BAB di sungai,” ucap Penny Mulyadi.

Berikutnya lebih rinci, pemaparan tentang langkah Forum Kabupaten Sehat Trenggalek di tahun 2018 ini disampaikan oleh Wakil Ketua Forum Kabupaten Sehat Heri, ST, MKes. Mulai dari sosialisasi dan pembinaan tentang penyelenggaraan kabupaten sehat di kecamatan dan desa, rapat koordinasi program kabupaten sehat yang diaplikasikan di 14 kecamatan meliputi 96 desa, dan berbagai kegiatan lain.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan monitoring dan evaluasi dalam rangka percepatan ODF dan pencegahan stunting di kecamatan dan sebagainya.

Dari berbagai kegiatan tersebut, ditemukan permasalahan terkini. Di antaranya di bidang tatanan kawasan permukiman sarana dan prasarana sehat, masih ada 38 desa dari 157 desa yang belum terbebas dari buang air besar sembarangan (BABS).

Sehingga diperlukan koordinasi di semua tingkatan. Berikutnya, masih adanya sistem sanitasi pasar yang belum berjalan baik dan minimnya sarana prasarana pasar daerah yang sehat. Berbagai permasalahan juga masih ada di beberapa tatanan yang lainnya.

“Rekomendasi yang kami sampaikan untuk kinerja tahun ini yaitu mendorong untuk tercapai Kabupaten Trenggalek ODF tahun 2019 dan mendorong upaya pencegahan stunting di Kabupetan Trenggalek,” kata Heri.

Wabup Trenggalek H Moch Nur Arifin memberikan apresiasi atas tekad Kabupaten Trenggalek untuk menambah beberapa poin tatanan untuk mewujudkan Trenggalek sebagai kabupaten sehat di level berikutnya.

“Misalnya pada pengelolaan hutan, bagaimana pengelolaan hutan yang pro aktif dengan lingkungan. Meski sebenarnya sebelumnya sudah dilakukan, karena kini menambah poin tatanan, harus lebih ditingkatkan lagi pengelolaan hutan secara sustainable. Karena enam puluh persen mayarakat kita tinggal di kawasan hutan, jika terjadi pembalakan yang berakibat bencana, masyarakat di sekitar hutan ini yang akan pertama menjadi korbannya,” ucap Wabup Arifin.

Seperti diketahui, ada sembilan tatanan dalam kabupaten sehat. 1) Tatanan Permukiman, Sarana dan Prasarana Sehat, 2) Tatanan Sarana Lalu Lintas Tertib dan Pelayanan Transportasi Sehat, 3) Tatanan Industri dan Perkantoran Sehat, 4) Tatanan Kawasan Pariwisata Sehat, 5) Tatanan Pertambangan Sehat, 6) Tatanan Hutan Sehat, 8) Tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri, dan 9) Tatanan Kehidupan Sosial yang Sehat. Pada tahun 2015, Kabupaten Trenggalek mengaplikasikan dua tatanan wajib, yaitu 1) Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Sehat dan 2) Kehidupan Mayarakat yang Sehat dan Mandiri. Sedangkan pada tahun 2016, menambah dua tatanan lainnya. 1) Kawasan Pariwisata Sehat, 2) Ketahanan Pangan dan Gizi. Sedangkan pada tahun 2018, Trenggalek menambah dua tatanan, yaitu tatanan kawasan hutan sehat dan tatanan kehidupan sosial yang sehat yang akhirnya mengantarkan Trenggalek meraih Swasti Saba Wistara. (ed/tin)

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia