Kamis, 15 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

UTS Berbasis Android, Tak Harus HP High Class

Kamis, 18 Oct 2018 12:30 | editor : Anggi Septian Andika Putra

LEBIH RINGKAS: Siswa mengerjakan naskah soal menggunakan HP Android miliknya.

LEBIH RINGKAS: Siswa mengerjakan naskah soal menggunakan HP Android miliknya. (WHENDY GIGIH PERKASA/RATU)

Kemajuan teknologi mampu memberikan kemudahan dalam kehidupan. Termasuk untuk pelaksanaan ujian tengah semester (UTS). MAN 1 Tulungagung mencoba menerapkan UTS berbasis Android. Semua siswa mengerjakan soal secara online memakai handphone (HP) masing-masing.

WHENDY GIGIH PERKASA        

Sekitar pukul 08.30 kemarin (17/10), seluruh siswa MAN 1 Tulungagung terlihat sudah berada di dalam kelas. Namun kegiatan belajar mengajar (KBM) belum sepenuhnya dimulai. Itu karena seluruh siswa masih mengikuti UTS. Mereka pun lebih banyak terlihat belajar bersama teman, terutama terkait mata pelajaran (mapel) yang termasuk dalam UTS.

Sekitar 15 menit jelang pukul 09.00, siswa sudah bersiap di bangku masing-masing. Begitu juga para guru yang sudah masuk ke kelas sebagai pengawas UTS. Semua siswa terlihat memegang HP Android masing-masing. Tangannya berada di atas meja. Ternyata, mereka menggunakan HP itu untuk mengerjakan soal UTS.

Siswa memulai UTS dengan mengakses Google Chrome di HP. Selanjutnya memasukkan alamat IP, username, dan password. Tepat pukul 09.00, server sekolah mulai bisa diakses para siswa. Saat itu juga, siswa bisa mengakses soal UTS di HP Android mereka.

“Siswa pakai wifi sekolah. Server juga milik sekolah sendiri,” ungkap operator UTS MAN 1 Tulungagung, Mahmudia Rahman.

Agar lebih memudahkan siswa dalam UTS berbasis Android itu, pihak sekolah menggunakan tiga server. Setiap server untuk satu tingkatan. Misalnya server satu untuk seluruh siswa kelas X, begitu juga selanjutnya. Selain itu, koneksi wifi sekolah juga sudah dipersiapkan sebaik mungkin agar tidak terjadi gangguan.

Bagaimana dengan spesifikasi HP siswa? Rahman mengatakan, tidak mengharuskan siswa menggunakan HP mahal dengan spesifikasi tinggi. Misalnya harus memiliki RAM empat gigabyte (GB) atau lainnya. Siswa cukup menggunakan HP Android yang sudah dimiliki. Semua bisa mengaksesnya. “HP dengan RAM 1 GB pun bisa,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan, setiap siswa tinggal memilih jawaban yang sudah ada. Ini sama dengan ujian nasional berbasis komputer. Server mulai aktif untuk memulai UTS sesuai jadwal yang sudah ada. Misalnya dimulai pukul 09.00 hingga 90 menit waktu mengerjakan soal. Usai 90 menit, server akan ditutup dan sudah tak bisa diakses lagi.

Jika saat UTS ada telepon masuk, maka secara otomatis langsung log out. Namun itu bukan masalah. Sebab, siswa bisa log in ulang dan soal yang sudah dikerjakan tidak hilang. Artinya siswa bisa lanjut mengerjakan. Namun, itu tentu saja sebelum batas akhir mengerjakan.

“Biasanya siswa mengubah mode HP-nya menggunakan mode pesawat. Dengan begitu tidak ada panggilan (telepon) masuk,” jelasnya.

Waka Humas MAN 1 Tulungagung Masrohaini mengatakan, pihaknya juga sudah mengantisipasi agar siswa bisa mengerjakan secara jujur. Tidak ada saling contek atau pun siswa mengakses website lain selama UTS berlangsung.

Untuk soal, dimulai dari para guru mapel. Setiap guru membuat sekitar 80 soal. Soal itu selanjutnya disetor ke operator untuk diacak. Dengan begitu, setiap siswa akan mendapatkan jenis soal yang berbeda. UTS berlangsung selama tujuh hari.

Dia menyatakan, ada berbagai kemudahan ketika menerapkan UTS berbasis Android itu. Lebih praktis, hemat waktu mengerjakan, hasil lebih cepat diketahui, serta memudahkan para guru.

Ada sekitar 1.049 siswa MAN 1 Tulungagung. Jumlah itu mulai kelas X, XI, dan XII.

“Siswa hanya perlu membawa HP Android miliknya untuk mengerjakan soal UTS,” katanya.

Bagi siswa yang tidak membawa HP atau HP-nya belum Android, pihak sekolah telah mengantisipasi dengan menyiapkan komputer. Namun nyatanya, semua siswa sudah memiliki HP yang mumpuni. Kendala pun tidak terlalu ada.

“Dari seluruh siswa itu, paling hanya satu sampai lima anak yang mengalami kendala ringan. Misalnya belum terkoneksi. Namun itu bisa cepat teratasi,” jelasnya.

Ke depan, pihak sekolah tetap mengevaluasi berkaitan pelaksanaan UTS berbasis Android itu. Tidak menutup kemungkinan juga bakal dipakai untuk ujian sekolah. (*/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia