Kamis, 15 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Pamit Ngopi, Nekat Gadaikan Motor Teman

Kamis, 18 Oct 2018 13:30 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Pamit Ngopi, Nekat Gadaikan Motor Teman

TRENGGALEK - Aksi penipuan dan penggelapan tampaknya menjadi hal yang lazim dilakukan seseorang untuk mendapatkan uang dengan cara instan. Pasalnya, dua minggu terakhir ini sedikitnya ada lima kasus penipuan dan penggelapan yang ditangani polisi. Terbaru, dilakukan Eko Purnomo, warga Desa/Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek.

Pria 32 tahun tersebut mulai kemarin (17/10) diamankan pihak berwajib karena diduga kuat melakukan penipuan dan penggelapan sepeda motor milik Masrur Astoki, 18, warga Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 4 juta. Kini Unit Reskrim Polsek Durenan masih mengembangkan kasus ini terkait ada kemungkinan korban lain.

Sebenarnya kasus itu terjadi pada Senin (3/9) lalu. Sekitar pukul 15.30 WIB, pelaku datang menghampiri korban yang pada saat itu berada di teras salah satu pondok pesantren (ponpes) di wilayah Kecamatan Durenan. Pelaku berniat untuk meminjam motor Honda Supra X nomor polisi (nopol) AG 5041 YAB guna pergi ngopi.

“Karena tak merasa curiga, korban memberikan kunci motor miliknya sehingga langsung membawa kendaraan yang terparkir di barat teras ponpes tersebut,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa Saputra  

Dia melanjutkan, sekitar dua hari berselang yakni pada hari Rabu (5/9) lalu, pelaku datang kembali ke ponpes dan bertemu dengan korban. Namun saat itu pelaku tidak membawa motor milik korban. Ketika ditanya, beralasan jika motor itu masih dipinjam temannya. Dengan penjelasan yang mendetail seakan menyakinkan, membuat korban mempercayai keterangan pelaku. Setelah itu sekitar satu minggu berselang, pelaku datang kembali ke ponpes tersebut tanpa membawa motor yang dimaksud.

“Saat itu ketika bertemu korban, pelaku kembali beralasan bahwa sepeda motor sedang dipakai adiknya. Dengan penjelasan yang matang, akhirnya korban mempercayainya,” katanya.

Tapi sekitar satu bulan berselang, pelaku tidak kunjung datang ke ponpes tersebut. Itu membuat korban menjadi resah dan mencoba mencari keberadaan pelaku, tapi tidak ketemu. Karena merasa dirugikan pada Senin (16/10) lalu, pelaku melaporkan itu ke Mapolsek Durenan untuk proses hukum selanjutnya.

Berbekal laporan tersebut, polisi terus melakukan penyelidikan. Hingga pada hari itu juga sekitar pukul 19.00, menemukan keberadaan pelaku di rumahnya. Tak ingin buronnya kabur, polisi bergegas ke rumah pelaku dan langsung membekuknya guna proses penyidikan selanjutnya. Bedasarkan hasil penyidikan sementara, ternyata sepeda motor korban tersebut digadaikan sekitar Rp 2 juta. Bukan hanya itu, ternyata pada Minggu (9/10) lalu, pelaku juga melakukan hal yang sama terhadap Sugeng Widodo, 22, warga Desa Tawing, Kecamatan Munjungan, yang merupakan teman satu ponpes dengan korban Masrur. Dengan modus yang hampir sama.

Akibatnya, korban Sugeng mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta. Karena sepeda motor Yamaha Vixion miliknya nopol AG 5558 YAD dibawa kabur pelaku. Nantinya jika terbukti bersalah, pelaku akan dikenakan pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang Penipuan dan atau Penggelapan. Dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.

“Kasus ini akan terus kami kembangkan, mengingat ada korban lainnya. Untuk itu diharapkan bagi yang mengenal pelaku dan mengalami hal yang sama, diharapkan segera melapor,” jelas Didit.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, pelaku Eko Purnomo tidak mau berbicara. Dirinya memilih untuk langsung menuju jeruji besi Mapolres Trenggalek guna menyelesaikan proses penyidikan. (jaz/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia