Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Segel Rumah Pelaku Sodomi dan Bawa Tiga Wanita

23 Oktober 2018, 10: 38: 24 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

DISEGEL: Rumah yang juga digunakan kafe dan tempat karaoke, milik Roni alias Kabul, warga Desa Junjung, kecamatan Sumbergempol, dipasang garis polisi, kemarin (22/10).DISEGEL: Rumah yang juga digunakan kafe dan tempat karaoke, milik Roni alias Kabul, warg

DISEGEL: Rumah yang juga digunakan kafe dan tempat karaoke, milik Roni alias Kabul, warga Desa Junjung, kecamatan Sumbergempol, dipasang garis polisi, kemarin (22/10).DISEGEL: Rumah yang juga digunakan kafe dan tempat karaoke, milik Roni alias Kabul, warg (AGUS DWIYONO/RATU)

TULUNGAGUNG - Sementara itu, tim Unit Perlidungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung, kemarin (22/10) sekitar pukul 10.30 memasang garis polisi di Café Karaoke Cendana, di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol. Kafe dan tempat karaoke itu merupakan milik Roni alias Kabul, yang diduga kuat sebagai tempat aksi tak senonoh terhadap korbannya.

Sebelum proses pemasangan garis polisi di rumah pelaku yang juga digunakan sebagai kafe dan tempat karaoke itu, polisi terlebih dulu olah tempat kejadian perkara (TKP) di kamar pelaku, yang dilakukan pihak UPPA Polres Tulungagung.

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar, melalui Kanit UPPA Satreskrim Ipda Retno Pujiarsih mengatakan, pemasangan garis polisi sebagai bentuk penyegelan di seluruh akses masuk ke rumah maupun tempat kafe dan karaoke itu.

“Langkah ini untuk mempermudah proses penyelidikan yang dilakukan, terkait kasus yang diperbuat Roni,” jelasnya.

Dalam penyegelan dan olah TKP, polisi tak lupa  mengamankan sejumlah barang bukti diduga saat digunakan melancarkan aksi tidak senonoh.

“Mengamankan seprei di kamar pelaku dan beberapa kaus,” ungkapnya.

Selain itu, polisi ikut membawa tiga wanita cantik sebagai pekerja di kafe dan karaoke. Diduga para wanita modis itu tak menutup kemungkinan mengetahui ada kejadian pencabulan yang dilakukan Roni.

“Mereka (tiga wanita) masih di bawah umur, kami bawa ke kantor untuk dijadikan sebagai saksi,” jelasnya.

Sementara itu, ketua rukun warga (RW) setempat, Badelan mengatakan, jika warga sudah lama diresahkan dengan keberadaan Café Karaoke Cendana itu. Pasalnya, tidak jarang tempat tersebut sebagai ajang keributan antara pengunjung, yang rata-rata pemuda.

“Sering sekali terjadi keributan, mereka berkelahi, tidak tahu apa penyebabnya,” jelasnya.

Menurut dia, pengunjung yang datang di kafe milik  pelaku dari luar desa dan kecamatan.

Dia pernah menandatangani penolakan tentang adanya kafe itu.

“Alasan penandatanganan penolakan kafe, karena resah, tapi dianggap angin lewat oleh Roni,” ungkapnya.

Diamenjelaskan,pengunjung kafe milik Roni, rata-rataanak baru gede(ABG)yangkeluar masuk.Tidakjarang warga menjumpaimasih mengenakan seragamsekolah.

“Yang paling banyak itu remaja-remaja mendatangi warungnya Roni,” ungkapnya. (yon/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia