Selasa, 17 Sep 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Gasak Motor, Residivis Dibekuk

25 Oktober 2018, 14: 30: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MENUNDUK MALU: AZ mengakui perbuatannya di hadapan Kapolsek Ngantru Maga Fidri Isdiawan saat rilis pers kemarin (24/10)

MENUNDUK MALU: AZ mengakui perbuatannya di hadapan Kapolsek Ngantru Maga Fidri Isdiawan saat rilis pers kemarin (24/10) (AGUS DWIYONO/RATU)

TULUNGAGUNG - Sepak terjang AZ, 28, warga Wonojati, Kecamatan Jengawah, Jember, dalam dunia kriminal berakhir. Spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) itu ditangkap anggota Polsek Ngantru pada Selasa (23/10).

Dari pers rilis di Polsek Ngantru kemarin (24/10), diketahui pelaku merupakan residivis curanmor. Dia sudah belasan kali beraksi di wilayah Kota Marmer dan sekitarnya. 

Polisi berhasil mengetahui jejak AZ dari kejadian pencurian motor di Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, beberapa hari lalu. Saat kejadian tersebut, motor korban diparkir di tepi sawah. Dalam melakukan aksinya, AZ tidak sendiri, tetapi dengan temanya.

“Korban berada di sawah, otomatis sepeda motor diparkir agak jauh,” ujar kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar, melalui Kapolsek Ngantru AKP Maga Fidri Isdiawan.

Sebelum beraksi, AZ dan satu rekannya berkeliling mencari sasaran. Mereka memakai sepeda angin. Mereka lantas menemukan sasaran, yakni sepeda motor. Kunci motor pun masih menancap. Pelaku langsung membawa kabur motor itu.

“Tidak menggunakan alat dalam melancarkan aksinya, kebanyakan dia (pelaku, Red) mencari kunci yang masih menancap,” kata Maga.

Tidak berselang lama, pemilik motor (korban), Prawito, melaporkan kejadian tersebut. Motor Suzuki Shogun dengan nopol AG 5128 RK dicuri. Polisi menindaklanjuti laporan itu. Termasuk dengan menyebar informasi ke anggota polisi yang lain. Hasilnya, motor korban ditemukan di Kediri kota. Salah satu indikasinya, pelat nomor sepeda motor masih sama seperti yang dilaporkan korban.

Polisi langsung menangkap pelaku AZ di kawasan Kediri. Motor milik korban juga diamankan. Sayangnya, rekan AZ yang juga ikut terlibat berhasil lolos.

Hasil pemeriksaan sementara, AZ mengaku mencuri motor di 13 lokasi berbeda. Tak hanya Tulungagung, tapi juga daerah lain. AZ mengaku pernah dua kali masuk bui dengan kasus yang sama yakni curanmor. Mayoritas motor yang dicuri berada di area persawahan dan rumah kosong.

“Pelaku ini ternyata pernah mencuri sapi dengan bapaknya sendiri. AZ juga mencuri laptop,” jelas Maga.

Akibat perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke-4 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (yon/ed/wen)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia