Senin, 26 Aug 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Terkuak, Caranya Tilap DD Lewat Kerja Bakti

Kasus Dugaan Korupsi di Desa SumberinginKulon

30 Oktober 2018, 12: 30: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Grafis Kasus Dugaan Korupsi DD Sumberingin Kulon

Grafis Kasus Dugaan Korupsi DD Sumberingin Kulon

TULUNGAGUNG – Sejumlah fakta terkuak pada proses persidangan kasus dugaan penyimpangan pengelolaan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) di Desa Sumberingin Kulon, Kecamatan Ngunut, yang menyeret kades (nonaktif) Suprapto.

Yakni warga setempat diduga dibohongi untuk mengerjakan sejumlah proyek secara kerja bakti. Padahal sudah disediakan alokasi anggaran untuk proyek itu.

Jaksa fungsional Kejari Tulungagung Anik Partini mengatakan, pihaknya mencatat ada sejumlah fakta yang terungkap selama proses persidangan. Apalagi dalam persidangan tersebut, banyak menghadirkan saksi dari unsur masyarakat desa.

“Sudah lima kali proses persidangan dilakukan,” katanya kemarin (29/10).

Menurut dia, pada sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan, Suprapto didakwa melakukan penyimpangan penggunaan DD dan ADD. Bahkan dari tindakan tersebut, ditemukan kerugian negara yang mencapai Rp 500 juta.

“Setelah itu langsung masuk agenda pemeriksaan saksi,” jelasnya.

Anik-sapaan akrabnya-melanjutkan, hingga sidang kelima Minggu lalu, sudah ada 22 saksi yang dihadirkan. Yakni dari perangkat desa, toko material, pengawas kecamatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tulungagung, hingga tukang bangunan.

Dari situ terkuak, jika selama ini kegiatan yang berlangsung di desa menggunakan sistem kerja bakti dan tidak ada upah tukang.

“Warga diduga diperintah untuk melakukan kerja bakti di lokasi proyek yang berdekatan dengan rumah. Padahal dalam perencanaan ada anggaran untuk upah tukang. Itu artinya menggelapkan atau tilap DD,” terangnya.

Wanita ramah ini mengaku, besok (hari ini, Red) masih ada lanjutan sidang. Pihaknya bakal menghadirkan ahli dari Jakarta untuk dimintai kesaksian di proses persidangan.

“Rencananya besok (hari ini,Red). Kalau ahli tidak hadir, bakal diundur Minggu depan,” tandasnya.

Sekadar mengingatkan, Kades Sumberingin Kulon Suprapto digelandang pihak berwajib lantaran diduga melakukan penyimpangan pengelolaan DD dan ADD.

Tersangka menjalankan aksinya sejak tahun 2015 hingga 2017. Modus yang dipakai oleh tersangka yakni melakukan kegiatan fiktif dengan menggunakan dana dari DD dan ADD hingga menimbulkan kerugian negara hingga hampir Rp 500 juta.

(rt/rak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia