Minggu, 08 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Terinspirasi Dari Alam, Karya Kiki Mahendra Sari Sering Dipakai Artis

01 November 2018, 12: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

BANGGA: Kiki Mahendra Sari ketika di runway usai menggelar fashion show hasil rancangannya.

BANGGA: Kiki Mahendra Sari ketika di runway usai menggelar fashion show hasil rancangannya. (Kiki Mahendra Sari For RATU)

Siapa sangka dari suka menjahit mampu mengantarkan Kiki Mahendra Sari pada kesuksesan. Ya, dia seorang desainer fashion tenar asal Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir. Bahkan sejumlah karyanya telah dikenakan oleh tokoh publik dan selebgram atau selebritas Instagram.

ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI

Dunia fashion di Indonesia begitu dinamis. Sejumlah desainer muda pun bermunculan dengan karya-karyanya yang apik. Salah satunya Kiki Mahendra Sari yang berhasil menciptakan karya fresh, anggun, dan elegan. Saat diwawancarai Koran ini, Kiki -sapaan akrabnya- menceritakan perjalananya menjadi seorang perancang busana.

“Bisa dibilang ini adalah hobi yang menjadi ladang rezeki,” ujarnya mengawali cerita.

Dunia mode memang bukan hal asing baginya. Sebab sang ibu seorang penjahit, membuatnya akrab dengan dunia mode.

Dia pun kerap membuat sendiri baju-baju untuk boneka kesayangannya.

“Dulu waktu masih kecil, sering banget memanfaatkan kain sisa untuk dibuat baju untuk boneka. Nggak tahu rasanya lebih puas saja kalau bisa buat baju untuk boneka,” jelasnya.

Hingga akhirnya ketika lulus SMA, dirinya pun memutuskan untuk mengambil jurusan tata busana di Universitas Negri Malang (UM).

Perjalanan karir wanita 31 tahun ini dalam dunia mode dimulai ketika ikut fashion show tahun 2011 di salah satu mall di kota Malang. Itu menjadi debut perdananya dalam memamerkan rancangan busananya ke publik.

Setelah itu, bak bola salju, Kiki rajin ikut berbagai ajang peragaan busana. Baik skala lokal maupun regional. Dengan demikian, publik akan mengetahui nama dan karyanya.

“Memang untuk fashion harus berani tampil dan menunjukkan karya. Untuk memulainya harus di kota-kota besar karena pasarnya lebih bagus,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dalam industri mode, konsisten berkarya menjadi salah satu kunci mutlak agar tetap eksis. Dengan terus berkarya, maka seorang desainer fashion mampu menciptakan suatu tren mode.

Langkah lain yang diambil Kiki agar dapat berjuang di industri fashion adalah dengan bergabung dalam komunitas fashion. Untuk itu, Kiki memutuskan bergabung dalam Indonesian Fashion Chamber (IFC) 2016 silam. IFC merupakan sebuah komunitas bagi para perancang busana tanah air untuk saling berbagi pengalaman dalam bidang fashion.

“Agar orang mengenal nama dan brand kita, ya kita harus mau terlibat dalam dunia tersebut. Ikut komunitas fashion misalnya,” tandasnya.

Sejumlah prestasi pun pernah dicapai wanita berhijab ini. Salah satunya dapat kesempatan untuk memamerkan rancangannya pada acara Jakarta Fashion Week (JFW) 2017 lalu. Kala itu, desain busananya terpilih mewakili Kota Malang untuk tampil dalam perhelatan fashion berskala internasional. Mengangkat tema keindahan Pantai Balekambang yang dituangkan dalam koleksi gaun.

“Suatu kebanggaan bisa memamerkan desain kita, apalagi skala internasional. Sempat jadi beban juga, tapi alhamdulillah lancar,” jelasnya.

Tak hanya itu, beberapa busana rancangannya pun kerap dikenakan sejumlah artis ibu kota. Seperti penyanyi Ike Nurjanah dan selebgram Riznuran.

Ibu satu putri ini mengaku inspirasinya dalam merancang busana yakni dari alam dan lingkungan sekitar. Sebab, keindahan alam Indonesia begitu beragam. Mulai dari pantai, perbukitan, dan aneka bunga sehingga dapat dengan mudah dituangkan dalam suatu rancangan busana. Seperti pada Sabtu (27/10) lalu, dirinya menggelar fashion show di sebuah mall di kota Malang. Tema yang diusung pun merupakan koleksi musim panas dengan tema hillside. Tema itu diambil karena terinspirasi dari keindahan perbukitan kapur yang ada di Bangkalan, Madura. Warna-warna yang digunakan pun merupakan perpaduan warna putih dan hijau mint.

“Sebenarnya desain saya lebih condong pada gaun-gaun dan busana muslim. Untuk tema pun selalu warna-warna alam,” jelasnya.

Menjadi seorang desainer fashion bukan tanpa rintangan. Pernah suatu ketika karyanya tidak mendapat respons pasar. Jika sudah demikian, mencari ide baru dan melihat tren yang ada menjadi upaya motivasi bagi diri sendiri. Tak hanya itu, harus pandai membagi waktu antara kesibukannya sebagai desainer fashion dan keluarga. Namun, dukungan keluarga menjadi motivasi baginya untuk terus berkarya.

“Keluarga memang pendukung utama. Bisa sampai sejauh ini dalam industri mode pun berkat mereka,” tandasnya.

Nanti, Kiki bertekad terus berkarya dalam industri fashion. Salah satu cita-citanya bersama dengan desainer lain adalah dengan menjadikan Indonesia sebagai pusat tren busana muslim dunia. (*/ed/din)

(rt/jpk/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia