Kamis, 12 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Ada Dua Penyebab Rambut Kering Menurut Hairstylist

12 November 2018, 12: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

KERING: Rafika Erny Nabila menyisir rambutnya. Terlalu sering hairstyling dapat membuat rambut kering.

KERING: Rafika Erny Nabila menyisir rambutnya. Terlalu sering hairstyling dapat membuat rambut kering. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RADARTULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG-Miliki rambut kering atau frizzy hair tentu dapat mengganggu penampilan. Rambut kering juga cenderung mudah patah dan susah diatur. Untuk itu, diperlukan perawatan agar kelembapan rambut senantiasa terjaga.  Apalagi rambut adalah mahkota bagi kaum hawa. Tak heran, sebagian besar wanita rela merogoh kocek untuk mendapat rambut sesuai dengan keinginan.

Berbagai macam perawatan dan hairstyling pun dilakoni untuk menunjang penampilan. Namun terlalu sering hairstyling membuat rambut rusak. Ciri-ciri rambut rusak yakni kering, bercabang, dan mudah patah bahkan rontok. Seperti dialami Rafika Erny Nabila, mahasiswi semester I ini mengaku mengalami rambut rontok.

Ini karena sering hairstyling seperti mencatok rambut. Selain itu, Rafika -sapaan akrabnya- tidak rutin menggunakan vitamin rambut. “Kadang suka rontok. Terutama saat keramas, pasti banyak yang rontok,” ujarnya.

Menurut hairstylist Maya Diantika, rambut frizzy atau rambut kering merupakan kondisi saat rambut sedang kehilangan kelembapan dan elastisitasnya. Akibatnya, rambut terkesan kering, kusut, kusam, dan mudah patah. Tentu kondisi ini mengganggu penampilan.

Maya menjelaskan, secara umum ada dua penyebab rambut kering. Yakni faktor alami dan kimia. Penyebab alami rambut kering adalah terkena paparan sinar matahari terus-menerus dengan intensitas lama. Paparan sinar matahari yang tidak diimbangi dengan pemberian vitamin dapat helai rambut kering.

Selain itu, batang rambut juga mudah patah dan susah diatur. “Terutama yang sering beraktivitas di luar ruangan. Jadi kadang warna rambut pudar dan bercabang,” ujarnya.

Kondisi ini jika dibiarkan berlarut-larut tentu membuat rambut mengalami penuaan dini. Faktor berikutnya yakni faktor kimia. Ini berkaitan dengan hairstyling. Aktivitas seperti mencatok rambut, penggunaan curly iron, dan hair spray menjadi salah satu contoh.

Wanita 30 tahun ini menjelaskan, penggunaan bahan-bahan kimia saat proses hairstyling dapat berpengaruh pada kelembapan rambut. Penggunaan bahan kimia terlalu sering pada rambut membuat hilangnya kutikula rambut. Akibatnya, rambut mudah patah. “Memang hairstyling itu untuk membantu dalam penataan rambut. Namun perlu diperhatikan bahwa rambut juga perlu nutrisi,” tandasnya.

Maya melanjutkan, saat rambut dalam kondisi kering, pori-pori pada rambut sedang terbuka. Ini mengakibatkan pigmen dan keratin pada rambut akan hilang. Untuk itu, diperlukan upaya penghentian agar pori-pori tidak semakin terbuka.

(rt/did/jpr/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia