Kamis, 12 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Dari Karate, Riska Yuliastutik Ukir Prestasi hingga Tingkat Jawa Timur

14 November 2018, 18: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TERUS KEJAR MEDALI: Riska Yuliastutik usai pengalungan medali pada kejuaraan tingkat provinsi beberapa waktu lalu.

TERUS KEJAR MEDALI: Riska Yuliastutik usai pengalungan medali pada kejuaraan tingkat provinsi beberapa waktu lalu. (DOK PRIBADI FOR RATU)

Menjadi atlet berprestasi memang membutuhkan niat dan pengorbanan. Inilah yang mendorong Riska Yuliastutik untuk turun di karate. Bahkan, baru-baru ini dia menyabet medali perak di kompetisi tingkat Jawa Timur (Jatim).

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Peribahasa itu cocok disematkan pada diri Riska Yuliastutik, warga Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru. Meskipun masih muda, dia mempunyai seabreg prestasi membanggakan dari karate yang dulu juga sempat ditekuni ayahnya. Bahkan, langkahnya sudah sampai tingkat Jatim.

Riska, sapaan akrabnya, mengaku jika termotivasi menjadi seorang atlet karate karena mengetahui secara pasti jika ayahnya dulu juga menggeluti hal serupa. Apalagi sejak kecil juga sering berkelahi dengan kakak lelakinya.

“Latihan bela diri pertama karena sering berkelahi dengan kakak saya,” katanya sambil tersenyum.

Hingga akhirnya saat duduk di kelas 6 SD, sang ayah justru menyuruhnya untuk mengikuti bela diri. Alasannya, agar bisa menjaga diri sendiri karena tak selamanya orang tua bisa melindungi.

Pikirannya pun berubah tatkala diberi tahu jika karate juga bisa menjadi sarana untuk meraih prestasi, entah di kata atau kumite. Pilihannya pun jatuh di kelas kumite karena bisa berhadapan dengan lawan.

“Saya langsung mendapat juara tiga di Saiful Anwar Cup dulu waktu masih kelas 1 SMP. Setelah itu, ketagihan untuk terus berburu prestasi dari bela diri ini,” ungkap siswa SMAN 1 Karangrejo ini.

Usut punya usut, kiprah siswi berbadan tegap cukup diperhitungkan di Kota Marmer. Alhasil, dia pun memilih untuk mencari tantangan lain di luar kota. Bahkan baru-baru ini, di sebuah event karate tingkat provinsi, dia meraih juara II. “Saya sudah bersyukur mendapatkan medali. Yang pasti, harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Meskipun sudah meraih prestasi membanggakan di karate, untuk urusan cita-cita, Riska enggan untuk membeberkan secara gamblang. Namun dia mengaku sudah berencana ke depan dan harus diwujudkan.

Disinggung manfaat yang didapatnya dari karate, dia mengaku jadi punya banyak teman di luar kota. Apalagi berbagai wawasan juga didapatnya. Itu karena selama latihan juga diberi nasihat; pengarahan; serta pendidikan etika, karakter, maupun jiwa satria. Dia berprinsip, kalau takut, tidak usah ikut bertanding.

“Lawanmu bisa mukul, kamu juga bisa mukul. Lawanmu bisa nendang, kamu juga bisa nendang. Terus apa yang kamu takutkan, kamu juga bisa menangkis serangan,” tandasnya.

(rt/rak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia