Senin, 09 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Sabetan Parang Adik Bikin Kakak Berlumuran Darah, Begini Kronoliginya

15 November 2018, 11: 07: 21 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

NAAS : Abdul Rokim kakak (koto kiri),  M. Iftakkul Fail alias Basori (foto kanan)

NAAS : Abdul Rokim kakak (koto kiri), M. Iftakkul Fail alias Basori (foto kanan) (subchan abdulloh / radar blitar)

BLITAR KABUPATEN - M. Iftakkul Fail alias Basori warga Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok harus mendekam di balik jeruji besi Mapolres Blitar Kota. Penyebabnya, pemuda 20 tahun ini tega membacok kakaknya, Abdul Rokim (korban) hingga jari jempol kakinya nyaris putus. 

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Rabu malam (14/11) di rumah korban di Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok. Saat itu sekitar pukul 19.00 korban bersama kakaknya, Baidowi sedang berada di rumah orang tuanya. "Mereka saat itu berkumpul di ruang tamu," kata Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar, Kamis (15/11). 

Tak berapa lama kemudian, pelaku yang tidak lain adik korban tiba. Pelaku datang dengan kondisi sudah emosi. Keduanya terlibat cekcok hingga akhirnya pelaku naik pitam. Pelaku lalu keluar rumah dan mengambil sebilah parang. "Parang ini sudah disiapkan. Pelaku meminjam dari teman pelaku," ungkap perwira berpangkat dua melati di pundak itu. 

Pelaku yang naik pitam itu langsung mendaratkan parang ke kepala kakaknya, Abdul (korban). Kakaknya itu langsung ambruk. Terkulai lemah di lantai dengan kondisi berlumuran darah. 

Melihat insiden itu, saudaranya lain, Baidowi (adik pelaku) melerai. Namun, dia malah juga terkena sabetan parang. Emosi pelaku semakin tak terkendali.

Abdul yang sudah tidak berdaya itu berusaha kabur. Adiknya yang kesetanan itu mengejarnya. Dia membacok lagi kakaknya. "Setelah membacok, pelaku ini langsung pergi," terang Ade. 

Abdul yang terkulai dan berlumuran darah penuh luka itu langsung di bawa kerabat ke klinik kesehatan terdekat. Akibat bacokan itu, korban mengalami luka parah di kepala, ketiak dan lengan kiri. "Korban kemudian di rujuk ke RSUD Mardi Waluyo. Sekarang korban sedang dirawat intensif di sana," pungkasnya. 

Saat ini, pelaku sudah mendekam di tahanan Polres Blitar Kota. Polisi sedang menyelidiki motif penganiayaan berdarah itu. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti termasuk parang.

(rt/kan/ang/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia