Minggu, 16 Dec 2018
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Polisi Tembak Tangan Pelaku Pembantaian Pasutri Sebelum Dilumpuhkan

16 November 2018, 18: 23: 50 WIB | editor : Didin Cahya FS

SADIS :  Matal, pelaku pembantaian pasutri saat dibekuk polisi karena bersenjata parang.

SADIS : Matal, pelaku pembantaian pasutri saat dibekuk polisi karena bersenjata parang. (AGUS DWIYONO/RATU)

TULUNGAGUNG – Hampir 30 menit polisi baru bisa melumpuhkan Matal, pelaku pembantaian pasangan suami istri (pasutri) Barno dan Cimpling, Jumat (16/11) sore.

Melibatkan puluhan personel polisi berseragam mupaun pakaian biasa, berjaga-jaga di depan rumah pelaku.

Bahkan radius sekitar 20 meter sudah terpasang garis polisi dari rumah pelaku. Warga hanya bisa melihat proses tersebut dari kejauhan.

Sekitar pukul 17.00, pelaku bersedia berunding dengan polisi. Dari situ polisi memanfaatkan momen untuk menembak tangan pelaku. Sontak pelaku tersungkur dan dibekap polisi.

Tak ingin pelaku semakin liar dan mengamuk, lantas di larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dan pengawalan ketat.

Tembakan polisi tidak saja melumpuhkan pelaku, tapi juga membubarkan warga (RADAR TULUNGAGUNG)

“Ini masih kita lakukan penyelidikan,” ungkap Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Mustijad Priyambodo.

Dia mengatakan, proses sekarang ini masih melakukan penyelidikan, termasuk kronologi maupun motif pelaku, hingga pemeriksaan kejiwaan.

Sebagaimana diberitakan, peristiwa pembunuhan sadis menggemparkan warga Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Jumat  (16/11) sore sekitar pukul 14.30.

Pasangan suami istri (pasutri) Barno, 75, dan Cimpling, 65, tewas dengan kondisi mengenaskan setelah digorok tetangganya sendiri, Matal, 60.

Dari informasi dihimpun di lokasi sekitar, kejadian tersebut bermula saat Matal bertandang  ke rumah pasutri itu, namun hanya ada Cimpling.

Entah apa pemicu peristiwa pedih ini, tiba-tiba Matal menggorok Cimpling ketika berada di kandang. Bahkan dari penuturan warga, leher wanita yang keseharian menunggu warung warung ini nyaris putus dan usus terurai.

Di saat Matal berada di rumah Cimpling, Barno sang suami datang dari mencari rumput. Matal yang sehari-hari jualan pentol ini, justru makin kalap dan mengejar Barno. Barno berhasil keluar rumah, tetapi tetap tertangkap Matal.

Tanpa menunggu lama, Matal menggorok leher Barno dipinggir jalan. "Begitu mengerikan peristiwa pembunuhan tersebut," terang Agus Suwaji, warga sekitar.

(rt/did/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia