Minggu, 16 Dec 2018
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Cerita Saksi Pasutri Digorok, Pelaku Ngaku Korban Pernah Curi Beras

17 November 2018, 08: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

MENGENASKAN : Pasutri korban pembunuhan

MENGENASKAN : Pasutri korban pembunuhan (ist)

TULUNGAGUNG- Sebelum Matal, warga Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, membantai pasangan suami istri (pasutri) Barno, dan Musini alias Cimpleng, yang masih bertetangga. Sejumlah warga sempat melihat langsung peristiwa sadis tersebut.

Saudara korban, Anggi, mengaku menyaksikan langsung saat kejadian pembacokan. Namun tidak tahu jelas akar permasalahannya, tiba-tiba pelaku begitu bengis. “Yang saya tahu pertama Musini, sudah tergeletak di samping rumah korban dengan kondisi lehernya hampir putus,” jelasnya.

Mengetahui itu, pria 29 tahun tersebut bersama warga lain yang bernama Budi mencoba untuk melerai dan sempat menanyakan apa yang terjadi sehingga pembacokan itu dilakukan. “Saya pernah menanyai pelaku terus dijawab oleh pelaku jika korban pernah mencuri berasnya,” ungkapnya sambil menirukan jawaban dari Matal, pelaku pembacokan.

Namun setelah mengetahui Barno pulang dari ladang, pelaku langsung mengejar korban hingga di depan rumah pelaku. Di situ pelaku melakukan pembacokan terhadap Barno dan korban langsung meninggal di tempat. “Saya tahu ada suaminya datang, terus saya suruh lari. Ketika Barno lari, pelaku mengejar dan langsung membacok,” ungkapnya.

Menurut dia, upaya pencegahan pembacokan sudah dilakukan berulang kali olehnya dan Budi dengan cara melempar pelaku dengan batu. Namun, pelaku tidak menghiraukan apa yang dilakukannya. “Saya lempar dengan batu karena dia bawa parang. Saya lempar kena kepalanya dan tidak ada respons,” ungkapnya.

(rt/did/jpr/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia