Minggu, 08 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Ngeri, Hasil Otopsi Mayat Pasutri yang Digorok Temukan 40 Luka Bacokan

17 November 2018, 19: 58: 46 WIB | editor : Didin Cahya FS

SADIS : Polisi saat mengepung rumah Matal sebelum menyerah karena tembakan, pada Jumat (16/11) lalu.

SADIS : Polisi saat mengepung rumah Matal sebelum menyerah karena tembakan, pada Jumat (16/11) lalu. (AGUS DWIYONO/ RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG- Benar-benar mengerikan melihat hasil otopsi terhadap mayat pasangan suami istri (pasutri) Barno, 75, dan Musini alias Cimpling, 65, warga Desa Bangoan, yang digorok tetangganya sendiri Matal. 

Terungkap hasil otopsi dari tim Unair Surabaya dan tim forensik Polda Jatim, di leher Barno ada 24 bacokan. Sedangkan di Musini alias Cimpleng yang tak lain istri dari Barno juga ditemukan 16 bacokan di lehernya. Otopsi tersebut dilakukan di Instalasi Pemulasan Jenazh  (IPJ) RSUD dr Iskak Tulungagung, yang dimulai pukul 10.00 dan berakhir 13.30, Sabtu (17/11).

Dokter Spesialis Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kediri, Tutik Purwanti usai mengotopsi jenazah pasutri Barno dan Musini di RSUD dr Iskak Tulungagung mengatakan,  pemeriksaan yang dilakukan hingga siang itu ditemukan bahwa pasutri itu kehabisan darah. “Banyak kehabisan darah, dan banyak ditemukan luka akibat benda tajam,” jelasnya.

Dia mengaku, luka-luka yang ditemukan di tubuh pasutri itu bervariasi, mulai di daerah leher, kepala, tangan kanan dan kiri, serta di bagian pundak. Dari kedua jenazah itu ditemukan pola lukanya sama. “Pasutri ini pola lukanya sama, yakni di leher dan kepala,” jelasnya.

Untuk jenazah laki-laki memiliki pola luka yang lebih menyebar di bagian tubuh jika dibandingkan dengan yang perempuan. Yakni di sekitar tangan kanan dan kiri, serta di kepala dan leher. “Lebih menyebar lukanya bagi yang jenazah laki-laki,” katanya.

Sedangkan jenazah perempuan juga memiliki pola luka yang hampir sama yakni lebih cenderung di bagian leher. Selain itu di bagian kepala dan pundak. “Itu penyebab leher yang jenazah putri hampir putus,” ungkapnya.

Menurut dia, yang rusak di bagian leher dari pasutri itu mulai dari otot, tulang leher, batang tenggorok, saluran nafas serta pembuluh darah. “Ini yang menjadikan korban lebih banyak mengeluarkan darah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dari pemeriksaan yang di lakukan pihaknya lain ditemukan pula luka bacokan sebanyak 24 di jenazah laki-laki, sedangkan jenazah perempuan sekitar 16 bacokan. “Bacokan sebanyak ini ditemukan di bagian kedua leher pasutri,” katanya.

Di singgung mengenai penyebab kematian secara pasti, dokter dengan paras ayu itu belum berani mengungkapkan apa penyebabnya. Sebab, akan bisa disimpulkan jika semua pemeriksaannya sudah lengkap. “Kalau semua pemeriksaan lengkap baru bisa disimpulkan,” ujarnya.

(rt/did/jpr/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia