Minggu, 16 Dec 2018
radartulungagung
icon-featured
Ekonomi

Kosmetik Impor Tanpa Izin Edar Dijual Bebas, Diduga Kandung Timbal

18 November 2018, 17: 07: 28 WIB | editor : Didin Cahya FS

WASPADA : Petugas memeriksa dan mencocokan nomor izin edar pada produk kosmetik.

WASPADA : Petugas memeriksa dan mencocokan nomor izin edar pada produk kosmetik. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RADAR TULUNGAGUNG)

 TULUNGAGUNG –Produk kosmetik tanpa izin edar tampaknya masih dijual bebas alias marak di Tulungagung. Indikasinya Dinas kesehatan (Dinkes) Tulungagung berhasil merazia ratusan produksi kosmestik tanpa miliki izin edar dari sejumlah salon dan toko kosmetik.  Rata-rata kosmetik itu berasal dari luar negeri.

“Banyak produk kosmetik impor yang tidak punya izin edar, ini yang perlu kita waspadai,” ungkap Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan Dinkes Tulungagung, Masduki.

Sesuai dengan aturan, menurut dia, izin edar harus tercantum dalam setiap produk. Ini menjadi bukti produk-produk tersebut aman bagi konsumen. Dalam surat edarannya, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyebut setidaknya ada enam produk kosmetik yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti timbale, hidrokinon, dan retinoat. Produk ini dapat menimbulkan alergi dan berbahaya jika digunakan oleh konsumen. Bahkan, dapat menimbulkan reaksi seperti terbakar seusai pemakaian.

Dijelaskan Masduki, berdasarkan hasil temuan di lapangan, sejumlah produk kosmetik ini terpaksa diamankan karena merupakan produk hasil peracikan, pengolahan dan pengemasan ulang tanpa izin edar. “Sementara ini kita lakukan peringatan, agar produk-produk tersebut tidak diedarkan lagi, karena berbahaya bagi kesehatan,” terangnya Minggu (18/11).

Lanjutnya, produk kosmetik berbahaya ini nanti akan dilakukan pengambilan sampel dan uji laboratorium. Untuk memastikan kandungan yang ada dalam produk kosmetik. Dalam razia ini, petugas juga mencocokan nomor izin edar yang ada di produk dengan izin edar yang ada pada BPOM. Hasilnya, ratusan produk kosmetik seperti lipstick, pensil alis, eyeshadow, dan kutex tidak memiliki izin edar resmi. 

Meski tidak ditemukan produk yang masuk dalam product warning, namun Masduki mengimbau masyarakat lebih waspada. Sebelum membeli produk sebaiknya periksa kemasan produk apakah memiliki izin edar. “Sementara ini kami tidak menemukan produk-produk yang masuk dalam product warning, namun kami perlu melakukan pembinaan dan produk-produk yang tidak memiliki izin edar untuk diamankan,” tandasnya. 

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia