Rabu, 11 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Buruh Pabrik Curi Kabel, Kena Ancaman 5 Tahun Penjara

22 November 2018, 09: 56: 12 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

TERTUNDUK : Tersangka pencurian Edi Munawar saat di Mapolsek Kedungwaru.

TERTUNDUK : Tersangka pencurian Edi Munawar saat di Mapolsek Kedungwaru.

TULUNGAGUNG - Edi Munawar harus mendekam di balik jeruji alias tahanan Polsek Kedungwaru Rabu (21/11). Itu setelah pria 47 tahun diketahui mencuri kabel di tempat dia bekerja.

Warga Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, ini diringkus tim reserse kriminal Polsek Kedungwaru pukul 00.30 saat pelaku bekerja malam di pabrik kertas.

Kabel listrik milik pabrik kertas di Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, diketahui hilang Selasa (13/11) lalu. Mengetahui itu, pihak pabrik melaporkan kepada polisi.

BARANG BUKTI : Kabel hasil curian Edi Munawar.

BARANG BUKTI : Kabel hasil curian Edi Munawar.

“Setelah ada laporan, kami menyelidiki dan kemarin (21/11) berhasil mengungkap serta menangkap pelaku, dia mencuri kabel,” ungkap Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar, melalui Kasubbag Humas Iptu Sumaji.

Penangkapan pelaku itu bermula dari informasi pekerja lain. Saat diselidiki ternyata benar, pelaku tidak lain adalah karyawan pabrik kertas itu sendiri atas nama Edi Munawar, 47, warga setempat. “Pelakunya adalah karyawannya sendiri yang rumahnya juga tidak jauh dari tempat bekerja,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pelaku ditangkap dini hari sekitar pukul 00.30 di tempat pelaku kerja. Waktu itu pelaku diketahui tengah bekerja. Tidak ada perlawanan saat polisi menangkap pelaku.

“Saat itu pelaku dapat jadwal lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku kepada penyidik, modus mencuri kabel yakni memotong kabel yang masih dalam gulungan besar sebanyak lima kali dengan menggunakan gergaji besi.

“Setelah berhasil memotong, potongan tersebut dibawa pulang untuk dihilangkan kulitnya dengan cara dibakar dan kemudian baru dijual,” ungkapnya.

Edi menjual barang hasil curian itu ke tempat rongsok dengan harga per kilogram dihargai Rp 65 ribu. Pencurian itu dilakukan lima kali. Pelaku berhasil menjual 45 kilogram dengan total uang yang didapat sekitar Rp 2.925.000. “Pelaku sudah mencuri sekitar 45 kilogram dan dijual,” ujarnya.

Terakhir, pelaku diketahui masih menyimpan kabel curiannya yang disembunyikan di rumahnya sebanyak lima gulungan dengan berat masing-masing 8 sampai 9 kilogram.

Selesai memotong, kabel itu disembunyikan di jaket sebelum dibawa ke rumah untuk dikuliti. “Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 13 potong kabel yang sudah dikuliti dengan berat sekitar 8,5 kilogram, uang sisa penjualan senilai Rp 259 ribu, dan gergasi besi yang digunakan pemotongan,” jelasnya.

Pelaku dapat dikenakan pasal 362 KUHP. “Pencurian itu tergolong pencurian biasa dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” katanya.

(rt/did/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia