Senin, 09 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Hendak Transaksi, Bekuk Pengedar dan Pemakai Sabu-sabu

22 November 2018, 10: 09: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Hendak Transaksi, Bekuk Pengedar dan Pemakai Sabu-sabu

TULUNGAGUNG - Peredaran narkotika di Kota Marmer seperti tidak ada habisnya. Buktinya, tim gabungan dari Polsek Tanggunggunung dan Satreskorba Polres Tulungagung mengamankan Yulianingsih, 41, warga Desa Sambi dan Choirul Muanam, 34, warga Desa Gandong, Kecamatan Bandung. Keduanya diduga mengedarkan barang haram jenis sabu-sabu (SS).

Kedua pelaku dibekuk Senin (19/11) malam. Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa empat poket sabu dengan berat 5,5 gram; satu pak plastik; sebuah telepon genggam; satu pak sedotan; tiga korek api; dua buah sekop sabu yang terbuat dari sedotan dan lepak. “Selain itu, ada juga bong yang digunakan sebagai alat hisap,” ungkap Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar, melalui Kasubbag Humas Iptu Sumaji, Rabu (21/11)

Dia menjelaskan, kini kedua pelaku ditahan di Polres Tulungagung. Terungkapnya kasus peredaran sabu itu bermula dari informasi warga yang mengatakan di wilayah selatan Tulungagung ada peredaran narkotika jenis sabu.

“Mengetahui informasi itu, Polsek Tanggunggunung dan dari satreskoba langsung menyelidiki informasi tersebut,” ujarnya.

Dari keterangan beberapa warga, pihaknya langsung mengantongi beberapa nama yang diduga terlibat dalam peredaran barang haram itu. Dari nama yang dikantongi, polisi mengarah ke warga Desa Sambi dengan jenis kelamin perempuan.

Dia dibekuk sekitar pukul 22.00 saat hendak bertransaksi di jalan. “Pelaku tidak bisa mengelak. Dari tangan pelaku kami menyita dua poket sabu dengan berat 0,3 gram,” ungkapnya.

Pria dengan pangkat dua balok itu mengatakan, dari penangkapan itu polisi berhasil mengembangkan. Ternyata barang haram itu diperoleh dari Choirul Muanam. Tidak menunggu lama, malam itu juga Choirul Muanam dibekuk polisi saat hendak keluar rumah.

“Petugas langsung mengecek seluruh isi rumahnya. Ternyata tersangka menyimpan dua poket sabu masing-masing berisi 1,5 gram dan 3,4 gram sabu,” ujarnya.

Saat dimintai keterangan kepada petugas, kedua pelaku mengaku mengonsumsi barang haram itu sekitar empat bulan lalu. Yulianingsih mendapatkan sabu tersebut dari Choirul Muanam dengan harga beragam, antara Rp 200 ribu hingga Rp 600 ribu per poket, tergantung berat sabu.

“Sedangkan Choirul Muanam mendapatkan sabu dari tiga orang berbeda yang berinisial A, B, dan R. Harganya pun bervariasi, antara Rp 700 ribu hingga Rp 1,1 juta tergantung berat sabu,” jelasnya.

Kini pihaknya terus mengembangkan kasus tersebut. Kedua pelaku juga masih diselidiki di Mapolres Tulungagung. Kedua pelaku bakal dijerat dengan pasal 114 atat satu (1) subpasal 112 ayat (1) UURI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Mereka diancam dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ujarnya.

(rt/dre/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia