Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

1.863 Siswa Miskin SMA/SMK Dikasih Uang, Baru Sekolah Swasta yang Cair

22 November 2018, 17: 05: 58 WIB | editor : Didin Cahya FS

KABAR GEMBIRA : Pada tahun ini siswa SMA/SMK tidak mampu di Kota Blitar dapat bantuan.

KABAR GEMBIRA : Pada tahun ini siswa SMA/SMK tidak mampu di Kota Blitar dapat bantuan. (MUHAMMAD SUBCHAN/RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA - Pelajar tidak mampu atau miskin tingkat SMA/SMK di Blitar mendapat Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM) dari Provinsi Jawa Timur (Jatim). Total jumlah siswa yang mendapat bantuan sebanyak 1.863 siswa.

Bantuan tersebut berupa uang. Diperuntukkan bagi siswa miskin SMA/SMK baik negeri maupun swasta. Besaran bantuannya, Rp65 ribu per siswa per bulan. "Bantuan ini diberikan setiap bulan. Dicairkan langsung oleh lembaga," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Blitar Provinsi Jatim Suhartono, kepada Jawa Pos Radar Blitar, Kamis (22/11). 

Namun, jelas dia, untuk sementara bantuan yang sudah cair adalah bantuan untuk sekolah swasta. Sementara yang SMA/SMK negeri belum pencairan. Cabdindik memperkirakan bantuan cair dalam waktu dekat. "InsaAllah dalam minggu ini atau minggu depan sudah cair," terang pria ramah ini. 

Dari 1.863 siswa miskin tersebut, terbagi menjadi dua. Yakni untuk SMA maupun SMK baik yang negeri maupun yang swasta. Perinciannya, siswa miskin SMA negeri sebanyak 517 siswa. Sedangkan SMA swasta sebanyak 76 siswa. 

Lalu, untuk SMK negeri ada 743 siswa. Dan SMK swasta ada 528 siswa. Sehingga total siswa miski dari SMK yang memperoleh bantuan sebanyak 1.271 siswa. "Sementara yang sudah cair ini untuk sekolah swasta. Yang (sekolah) negeri sedang dalam proses," ungkap Suhartono. 

Mekanisme pencairan BKSM tersebut diserahkan kepada lembaga masing-masing. Bantuan tersebut langsung dikirim langsung ke rekening masing-masing sekolah sesuai kuota siswa penerima BKSM. Kemudian, sekolah yang akan mencairkan. 

Cabdindik belum bisa mengetahui pasti apakah jumlah siswa penerima BKSM bisa berubah di tahun depan atau 2019. Sebab, pendataan selalu dilakukan setiap tahun dan diperbaruhi. "Kami belum tahu. Pendataan saat ini sedang dilakukan," ujar pria berkumis ini.

(rt/kan/abd/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia