Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Tak Tega Keponakan Dijahili, Pemuda Hajar Dua Remaja

24 November 2018, 12: 30: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

LIHAT INI: AKBP Didit menunjukkan barang bukti berupa hasil visum korban yang mengalami luka akibat penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku.

LIHAT INI: AKBP Didit menunjukkan barang bukti berupa hasil visum korban yang mengalami luka akibat penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Aksi kekerasan kembali terjadi di wilayah Kota Keripik Tempe. Kali ini dilakukan oleh Wahyu Priatama alias Sentot, 21, warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, di lokasi yang tidak jauh dari rumah tinggalnya.

Akibatnya, korban, Deka Febrian Akbar dan M. Nuryoga Solikin yang semuanya masih di bawah umur sekaligus tetangga pelaku sendiri, harus mendapatkan perawatan akibat luka yang diderita.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, sebenarnya peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (30/6) lalu. Saat itu sekitar pukul 15.00, pelaku yang sudah menaruh dendam, menemui kedua korban di salah satu tempat nongkrong wilayah Desa Tasikmadu.

Setelah itu tanpa basa-basi, pelaku langsung melakukan tindakan kekerasan terhadap kedua korban dan langsung pergi dari tempat tersebut.

“Berdasarkan pengakuannya, dia (pelaku, Red) menganiaya kedua korban dengan tangan kosong karena ingin membalaskan dendam keponakannya yang sebelumnya mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari kedua korban,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa Saputra.

Dia melanjutkan, setelah pelaku pergi, kedua korban langsung dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan medis. Sebab, akibat kekerasan tersebut, kedua korban mengalami luka lebam pada bagian wajah. Seperti pipi kiri dan kanan, kening, hingga bibir yang berdasar.

Karena tidak terima dengan perbuatan pelaku, keesokan harinya korban yang didampingi pihak keluarga langsung melaporkan hal tersebut ke Mapolsek Watulimo. “Setelah mendapatkan laporan, kami langsung pergi untuk mencari keberadaan pelaku di kediamannya,” katanya.

Namun, sesampainya polisi di kediaman pelaku, ternyata yang bersangkutan telah pergi ke luar pulau. Untuk itu, petugas terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi, mengenai kemungkinan pelaku kembali.

Ternyata usaha yang dilakukan petugas tidaklah sia-sia. Sebab beberapa hari lalu pelaku pulang ke rumahnya. Tidak menunggu lama, setelah mengetahui buronannya kembali, polisi langsung menangkap untuk proses hukum selanjutnya.

”Proses penyidikan akan terus kami lakukan. Dan jika terbukti bersalah, pelaku akan diancam sesuai pasal 351 KUHP dengan hukuman maksimal dua tahun delapan bulan penjara,” jelas Didit.

Sementara itu, pelaku Wahyu Priatama mengaku tega berbuat kekerasan tersebut karena kesal akan perilaku korban yang sering menjahili keponakannya.

Jadi untuk memberikan pelajaran dengan harapan agar korban tidak terus melakukan hal yang tidak menyenangkan tersebut ke keponakannya, pelaku menemui korban dan menamparnya.

“Saya sudah sering mendapatkan laporan dari keponakan akan perilaku mereka (kedua korban, Red), makanya saya nekat melakukan tindakan itu agar mereka kapok,” akunya.

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia