Minggu, 08 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Sita HP Milik Saksi, Polisi Terus Dalami Kasus Akun Penyebar Kebencian

25 November 2018, 12: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

Sita HP Milik Saksi, Polisi Terus Dalami Kasus Akun Penyebar Kebencian

 TULUNGAGUNG - Dalang di balik penyebar informasi fitnah dan berita bohong di akun Facebook Puji Ati terus diburu polisi. Diperkirakan pengelola akun, Rohmad Koerniawan, 38, warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, tidak bekerja sendirian dan ada keterlibatan orang lain di kasus tersebut.

Kapolres Tulungagung Tofik Sukendar melalui Kasatreskrim AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, lima orang saksi sudah diperiksa dan diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing. Sedangkan pelaku mendekam di bui. “Belum ada tambahan saksi, tapi terus kami telusuri,” jelasnya Minggu (25/11).

Dia menjelaskan, meski sudah diperiksa, lima saksi masih wajib lapor di Mapolres Tulungagung.

Ada beberapa handphone (HP) milik saksi yang disita. Tujuannya untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara ini, akun Facebook Puji Ati sudah diambil alih pihak kepolisian. “Sudah kami bekukan, termasuk email-nya. Semua sudah kami ambil alih,” jelasnya.

Diketahui, akun Facebook Puji Ati kini sudah tidak aktif setelah dibekukan. Namun akun belum dihapus, dijadikan sebagai bukti di pengadilan. “Nanti kalau sudah diputus pengadilan bisa dihapus atau dijadikan apa akun itu,” ungkapnya.

Menurut dia, polisi tetap terus dalami tempat komunikasi sindikat akun tersebut. Semisal WhatsApp dan aplikasi lainnya. “Masih proses pendalaman, termasuk aplikasi komunikasinya,” ungkapnya.

Seperti diberitakan lalu, penyebar informasi fitnah dan berita bohong melalui akun Facebook Puji Ati berhasil dibekuk polisi. Pemilik akun itu bernama Rohmad Koerniawan, warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu.

Pria berumur 38 tahun tersebut dibekuk di rumah saudaranya di wilayah Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Kamis (22/11).

Akun Facebook Puji Ati diduga mengunggah informasi fitnah dan berita bohong alias hoax. Bahkan, unggahannya itu ditunjukkan ke beberapa pejabat di Tulungagung. Seperti Plt Bupati Maryoto Birowo, Ketua DPRD Supriyono, Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar, Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, serta wartawan.

Menurut Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar, setelah tim cyber crime Polres Tulungagung menyelidiki, ternyata akun tersebut bukan nama asli admin. Itu nama samaran. Nama asli pemilik akun tersebut Rohmad Koerniawan, 38, warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu.

Diduga pelaku sering mengunggah ujaran kebencian, fitnah, dan berita bohong. “Hampirsemuaunggahan informasi yang dilakukan Rohmadadalah fitnah karena informasi yang disampaikantidak ada dasarnya,” ungkapnya saat jumpa pers kemarin (23/11).

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia