Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Terungkap Motif Pelaku Pembacokan Pemilik Kafe Hingga Berlumuran Darah

30 November 2018, 21: 45: 05 WIB | editor : Didin Cahya FS

KAPOK: Kapolsek Ngunut Kompol Siti Nurinsana saat menunjukkan celurit dan parang yang digunakan kedua pelaku membacok Suyanto, pemilik kafe, Jumat (30/11).

KAPOK: Kapolsek Ngunut Kompol Siti Nurinsana saat menunjukkan celurit dan parang yang digunakan kedua pelaku membacok Suyanto, pemilik kafe, Jumat (30/11). (AGUS DWIYONO/RATU)

  TULUNGAGUNG - Motif pembacokan terhadap Suyanto, warga Desa Balesono, Kecamatan Ngunut, terungkap. Dua pelaku tega melakukan tindakan sadis karena sakit hati dengan pemilik Kafe KL di Desa/Kecamatan Ngunut tersebut. Itu berdasarkan pengakuan dari dua pelaku, yakni Slamet, 39, warga Desa Maron, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar serta temannya Hepy Budi Purwito, 38, warga Dsea Wonorejo Trisulo, Kecamatan Plosokaten, Kediri, setelah tertangkap Kamis (29/11) sekitar pukul 15.00.

“Dalam waktu delapan jam, Tim Reskrim Polsek Ngunut menangkap dua pelaku pembacokan,” ungkap Kapolsek Ngunut Kompol Siti Nurinsana Natsir Jumat (30/11).

Dia menjelaskan, penangkapan pelaku didapat setelah hasil olah kejadian perkara di lokasi. Ditemukan petunjuk mengarah kepada pelaku sehingga berupaya menangkap. Mereka ditangkap di rumah Hepy Budi Purwito dan tidak melawan saat diringkus. “Slamet kebetulan berada di dalam rumah bersama dengan Hepy saat ditangkap,” jelasnya.

Dia mengatakan, sakit hati kedua pelaku terhadap pemilik kafe, lantaran uang yang digunakan untuk membayar kurang. “Pelaku tersinggung dengan ucapan pemilik kafe karena pembayaran kurang dan harus segera dilunasi,” jelasnya.

Diketahui uang yang harus diberikan kepada pemilik kafe Rp 1.170.000, tapi pelaku membayar Rp 1 juta. “Saat uang kurang, pelaku sempat tersinggung ucapan korban dan sakit hati. Lantas pelaku pulang mengambil uang dan telepon genggamnya ditinggal untuk dijadikan jaminan,” ujarnya.

Selain mengambil uang untuk melunasi kekurangan pembayaran, juga membawa senjata tajam digunakan membacok pemilik kafe. Saat peristiwa berdarah, Slamet memegang parang, Hepy pakai celurit untuk menebas korban. “Mereka mengambil uang di rumah Slamet dan sengaja membawa senjata untuk membacok,” ungkapnya.

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia