Minggu, 16 Dec 2018
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Polisi Sebar Sketsa Pengirim Surat Panggilan Palsu KPK ke Pejabat

01 Desember 2018, 09: 24: 11 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Polisi Sebar Sketsa Pengirim Surat Panggilan Palsu KPK ke Pejabat

BLITAR KOTA - Sudah 1,5 bulan penyidikan kasus dugaan penyebaran berita bohong terkait surat panggilan KPK untuk Bupati Blitar Rijanto dan surat palsu KPK di tangan kepolisian. Jumat (30/11), Polres Blitar merilis sketsa wajah pria yang diduga pengirim surat panggilan KPK palsu kepada empat pejabat di Kabupaten Blitar tersebut.

Dari dua orang yang diduga pengirim surat palsu KPK tersebut, polisi masih berhasil mengidentifikasi satu orang saja. Sketsa wajah terduga pengirim surat palsu itu berdasarkan hasil identifikasi dari rekaman kamera closed-circuit television (CCTV) di rumah dinas (rumdin) Bupati Blitar atau Pendapa Ronggo Hadi Negoro dan beberapa titik CCTV di tempat lain.

Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin mengatakan, polisi masih bisa mengidentifikasi wajah satu orang saja yang diduga pengirim surat palsu KPK. Sebab, hanya wajah pria terduga yang nampak jelas pada rekaman CCTV tersebut. Serta ditambah melalui keterangan saksi yang menerima surat tersebut. “Untuk sementara, yang jelas wajahnya hanya satu orang saja. Informasinya memang pengirim boncengan (berdua),” katanya di Polres Blitar kemarin.

Berdasarkan identifikasi wajah pria terduga pengirim surat tersebut, ciri-cirinya berusia sekitar 30 tahun dan bertinggi kurang lebih 168 sentimeter. Warna kulitnya sawo matang, bentuk muka oval, rambutnya lurus, dan bentuk kepala datar atas. Saat mengirim surat tersebut, terduga mengenakan pakaian kaos oranye, jaket putih, celana jeans hitam, bersepatu, dan mengenakan helm warna merah.

Sketsa wajah tersebut, kata Burhan, masih merupakan dugaan dan hasil identifikasi. Berdasarkan sketsa wajah tersebut, polisi mengaku belum pernah melakukan pemeriksaan sebelumnya.

“Maka dari itu, jika teman-teman (rekan media, Red) dan masyarakat melihat pria dengan wajah seperti sketsa ini, segera hubungi kami (Polres Blitar, Red). Kami langsung tindak lanjuti,” imbau perwira berpangkat dua balok di pundak ini sambil menunjukkan sketsa wajah terduga pengirim surat palsu KPK.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan polisi, surat palsu KPK itu dikirimkan pelaku pada 10 Oktober. Ada empat surat yang ditujukan kepada tiga pejabat tinggi di Kabupaten Blitar. Surat pertama dikirimkan ke kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Blitar di Kelurahan/Kecamatan Kanigoro untuk Ketua DPRD Kabupaten Blitar, sekitar pukul 21.50. Surat itu diterima oleh satpam.

Surat kedua dikirimkan ke kantor Pemkab Blitar, 10 menit berselang. Yakni sekitar pukul 22.00. Surat itu diduga ditujukan kepada wakil bupati Blitar. “Surat itu diterima oleh penjaga satpol PP. Pelaku disarankan untuk mengirim langsung ke wisma wakil bupati Blitar di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun. Sekitar pukul 22.25 surat itu dikirimkan ke wisma,” ungkap Burhan lagi.

Lalu sekitar pukul 23.00, pelaku kembali mengirim surat panggilan palsu KPK untuk bupati Blitar di rumdin Bupati Blitar atau Pendapa Ronggo Hadi Negoro. Surat itu diterima langsung petugas satpol PP yang menjaga. Lalu sekitar pukul 23.10 , pelaku mengirimkan surat panggilan palsu KPK itu ke kantor Dinas PUPR Kabupaten Biltar yang ditujukan untuk salah satu staf Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar.

Polisi kini terus mengumpulkan sejumlah informasi untuk menemukan identitas terduga pengirim tersebut. Untuk kini, Polres Blitar belum mengantongi identitas terduga tersebut. “Jika terduga sudah diamankan, kami bisa melakukan penyidikan selanjutnya. Termasuk untuk menyelidiki siapa pembuat surat panggilan palsu KPK tersebut,” tandas polisi ramah ini.

(rt/abd/kan/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia