Minggu, 16 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Blitar

Kini Buang Sampah Sembarangan di Blitar Kena Denda

03 Desember 2018, 12: 41: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

KUMUH: Salah satu sungai di wilayah Kecamatan Sananwetan yang terlihat banyak sampah, dua hari lalu (1/12).

KUMUH: Salah satu sungai di wilayah Kecamatan Sananwetan yang terlihat banyak sampah, dua hari lalu (1/12). (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar bakal menerapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Sampah, tahun depan. Perda tersebut untuk mengatur pengelolaan sampah dan menindak pembuang sampah sembarangan.

Kepala DLH Kota Blitar Pande Ketut Suryadi mengatakan, perda sampah tersebut sudah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar. Namun pihaknya masih menunggu peraturan wali kota (perwali). “Perdanya sudah ada. Tinggal menunggu perwali untuk pelaksanaannya,” terangnya.

Pande menjelaskan, perwali tentang perda sampah itu kini dalam pembahasan di Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. Ditargetkan tahun depan perwali bisa rampung. “Dalam perwali itu akan lebih merinci aturan sanksinya. Seperti denda dan merinci di mana saja tempat-tempat yang tidak diperbolehkan buang sampah sembarangan,” ujar pria asal Bali ini.

Kini DLH sedang melakukan uji petik terhadap perda sampah yang telah disahkan tersebut. Uji petik dilakukan untuk memberikan pemahaman masyarakat mengenai perda tersebut. Misalnya pemahaman tentang aturan sanksi apabila membuang sampah sembarangan.

Dalam menegakkan perda tersebut, terang Pande, DLH tidak berjalan sendiri. Dalam perwali yang masih dalam pembahasan itu, disebutkan ada tim yustisi untuk penindakan. “Tim itu terdiri dari satpol PP sebagai penegak perda, kepolisian, dan DLH. Jadi kami tidak bisa berjalan sendiri,” ujarnya.

Tim yustisi itu nantinya bertugas untuk menindak jika melihat ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Entah itu di jalan umum, taman kota, hingga sungai. “Tim yustisi itu akan memanggil orang yang bersangkutan.

Nanti akan diberikan sanksi denda sesuai tingkatan pelanggarannya. Misalnya membuang sampah di sungai itu berbeda dengan di jalan umum. Berapa jumlah sampah yang dibuang. Makanya, aturan sanksi itu akan diperjelas dalam perwali,” tandas pria ramah ini.

(rt/abd/kan/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia