Minggu, 16 Dec 2018
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Buntut Surat KPK Bodong, Aktivis Antikorupsi Diperiksa Berbeda Status

03 Desember 2018, 13: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Buntut Surat KPK Bodong, Aktivis Antikorupsi Diperiksa Berbeda Status

BLITAR KABUPATEN – Penyidikan kasus dugaan tindak pidana menyiarkan atau memberitakan kebohongan soal surat panggilan KPK palsu terus berjalan. Usai menetapkan Triyanto sebagai tersangka, polisi akan mengagedakan pemeriksaan terhadap aktivis antikorupsi tersebut.

Triyanto bakal menjalani pemeriksaan lagi sebagai tersangka. Polisi akan memanggil Triyanto dalam waktu dekat ini. “Ya, sesegera mungkin kami akan lakukan pemeriksaan lagi. Bisa jadi minggu depan (minggu ini, Red),” kata Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu Burhanudin kepada Koran ini, Minggu (2/12).

Burhan menjelaskan, agenda pemeriksaan tersebut berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya. Yakni pemeriksaan ketika Triyanto berstatus sebagai saksi. Tentunya materi pemeriksaan juga berbeda. “Prosedurnya memang seperti itu. Dulu kan (Triyanto, Red) diperiksa sebagai saksi,” ungkap perwira berpangkat dua balok di pundak ini.

Pemeriksaan sebagai tersangka itu, terang dia, diperlukan untuk mengumpulkan sejumlah keterangan tambahan dari tersangka. Prosedur pemeriksaan nantinya juga tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya. “Yang pasti prosedur tetap dilaksanakan seperti pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya,” ujar pria ramah ini.

Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, polisi belum bisa menahan pria yang akrab dengan pakaian serba hitam tersebut. Pertimbangannya, polisi masih melakukan tahap pemeriksaan lagi terhadap Triyanto yang sudah berstatus tersangka. Nah, setelah pemeriksaan selesai, langkah polisi berikutnya adalah memutuskan ditahan atau tidak ditahan.

Sebelumnya, pada Jumat (30/11), secara resmi Polres Blitar menetapkan Triyanto sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana menyiarkan atau memberitakan kebohongan terkait surat panggilan KPK. Dari berstatus hanya terlapor, kini status aktivis antikorupsi Blitar ini menjadi tersangka.

Penetapan tersangka itu berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dan beberapa saksi ahli sebelumnya. Polisi menyebut, setidaknya ada 22 saksi yang sudah diperiksa. Bahkan polisi juga meminta keterangan dari beberapa saksi ahli. Termasuk ahli digital forensik dari Mabes Polri.

Terpisah, saat dikonfirmasi soal agenda pemeriksaan, Triyanto mengatakan, sudah menerima informasi pemeriksaan tersebut dari kepolisian. Rencananya, pemeriksaan dilakukan dalam minggu ini. “Rencananya itu, jika tidak salah saya diperiksa lagi pada Selasa (4/12),” katanya singkat.

Diberitakan sebelumnya, viralnya surat KPK kepada bupati Blitar di media sosial (medsos) yang ternyata surat bodong kini bergulir di kepolisian. Polres Blitar telah menerima laporan dari pihak yang merasa dirugikan, yakni Pemkab Blitar.

Laporan kepolisian (LP) terkait surat KPK yang bodong itu sudah terdaftar di sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polres Blitar, nomor: B/315/X/2018/SPK/Jatim/Res Blitar, tertanggal 16 Oktober 2018.

LP tersebut mengenai dugaan tindak pidana menyiarkan atau memberitakan kebohongan. Terlapornya TR, pemilik akun Facebook yang mem-posting surat KPK mengenai pemanggilan Bupati Blitar Rijanto oleh lembaga antirasuah tersebut.

(rt/kan/yan/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia