Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon featured
Features

Pengalaman Diajeng Husna Nikmatus Solihkah Juara Lomba Tahfidz Alquran

04 Desember 2018, 11: 08: 02 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

CALON HAFIDZ : Ajeng (baju merah putih), saat membantu membaca adik tingkatnya, disekolah, kemarin(3/12).

CALON HAFIDZ : Ajeng (baju merah putih), saat membantu membaca adik tingkatnya, disekolah, kemarin(3/12). (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

Usianya memang baru 8 tahun, namun Diajeng Husna Nikmatus Solihkah telah hafal satu juz Alquran. Rata-rata, ia belajar menghafal 3 ayat Alquran dalam kali sehari. Ketika di rumah, ia dibimbing sang ibu dan ketika di sekolah langsung mendapat bimbingan guru.

Tak hanya fasih, Surat Al lukman itu dilantunkan mendayu-dayu oleh Diajeng Husna Nikmatus Solihkah, kemarin(3/12). Gadis mungil itu juga sudah piawai dengan cengkok lagu, sehingga tak salah jika pada lomba tahfidz Alquran akhir pekan lalu  ia di dapuk sebagai juaranya.

Setidaknya, ada 30-an peserta dalam lomba tersebut. Mereka adalah jagoan-jagoan dari sekolah-sekolah di Jawa Timur. Nyatanya, mental yang dimiliki oleh Ajeng lebih mendominasi sehingga ia keluar menjadi juaranya.

Ya kendati masih kecil, putri pasangan Kholis Mukaromah dan Sujud Setiawan ini memang cukup berani. Ia juga dengan lancar menceritakan pengalamannya ketika mengikuti lomba tersebut.

Diakuinya pula, bahwa ada rasa grogi ketika harus menjawab atau melanjutkan surat yang diucapkan oleh para dewan juri dalam lomba tersebut. “ Emmm, takut salah,” Cletuk, warga Kelurahan Ngantru,Kecamatan Trenggalek ini.

Rasa was-was ini bukan tanpa sebab. Ceritanya, ketika mengikuti kegiatan ini, ia berangkat dari Kota Keripik Tempe bersama guru pendamping sekitar pukul 24.00 WIB. Kantuk sudah pasti ada.

Bahayanya lagi, ia juga menderita mabuk darat. Tercatat, dua kali ia mabuk alias muntah saat berangkat menuju lokasi perlombaan. Sehingga ia kurang tidur dalam perjalanan tersebut.

Sampai dilokasi lomba (Malang,red) sekitar pukul 04.00 WIB,  paginya ia langsung menghadapi tahap penyisihan. Dari 30-an peserta itu, hanya diambil 10 peserta terbaik. Pada momen tersebut Ajeng mengaku tidak bisa maksimal, gara-gara kurang istirahat dan mabuk darat ketika dalam perjalanan. Sehingga ada beberapa pertanyaan yang terpaksa tidak bisa ia jawab.

“Sebenarnya, bisa melanjutkan surat yang dibacakan dewan juri, tapi saat ditanya nama suratnya, aku lupa ,” katanya polos. Kendati begitu ia masih masuk dalam 10 besar peserta yang lolos penyisihan dan berhasil masuk final.

Pada tahap final ini, ia sangat berhati-hati, sehingga memicu ketegangan dan grogi. “Tapi Alhamdulillah, bisa menjawab semua pertanyaan,” imbuhnya tampak senang.

Menurutnya, yang paling sulit dalam lomba ini adalah menghafal urutan surat. Biasanya ia bisa melanjutkan bacaan surat dari dewan juri dengan baik. Namun, hal itu menjadi kendala jika ia tidak tahu surat tersebut. Sebab, ia akan kesulitan dan tidak bisa melanjutkan surat berikutnya.

Siswa kelas 2 SD Integral Lukman Al Hakim ini mengaku setiap hari hafalan alquran. Biasanya ia latihan menghafal ketika bangun tidur, pada saat siang di sekolah dan malam hari.

Kepada koran ini, ia mengaku yang membantunya hafalan saat di rumah adalah sang ibu. Sedangkan saat di sekolah ada banyak guru yang menuntnnya hafalan Alquran. “ Yang ngajari cengkok dan lagunya juga ummi,” tutur gadis cilik yang hoby baca ini.

Dilokasi yang sama, Said Mukmin, salah seorang guru mengungkapkan, Ajeng memang cukup menonjol diantara siswa lain dalam bidang hafalan Alquran. Saat ini, ia sudah hafal satu juz. Ia pun tidak menyangkal bahwa Ajeng mabuk perjalanan. “ Jadi berangkat itu mabuk 2 kali pulangnya 4 kali, gak mau makan, tapi kok masih juara,” tuturnya kagum.

Said juga membenarkan, bahwa ada 2 kesalahan saat babak penyisihan. Artinya, Ajeng tidak bisa menjawab dua pertanyaan secara tepat. Yakni saat menghafal surat Al Lahab, ia bingung dengan nama surat yang ia baca tersebut.

Sehinga saat juri memintanya untuk melanjutkan ke surat berikutnya, Ajeng mendapat kesulitan. “ Tapi pada babak final, dia bisa melanjutkan dan menjawab semua dengan baik,” tuturnya.

(rt/muh/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia