Senin, 09 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Tunggu Pembahasan BPIH

04 Desember 2018, 13: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

MASUK ATAU TIDAK ? : Salah seorang CJH asal Trenggalek ketika melihat papan pengumuman nama-nama CJH yang diprediksi berangkat ke tanah suci pada 2019 mendatang

MASUK ATAU TIDAK ? : Salah seorang CJH asal Trenggalek ketika melihat papan pengumuman nama-nama CJH yang diprediksi berangkat ke tanah suci pada 2019 mendatang (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK- Para Calon Jamaah Haji (CJH) termasuk di wilayah Kota Keripik Tempe yang rencananya berangkat pada 2019 atau 1440 hijriah mendatang harus siap merogoh koceknya lebih dalam.

Pasalnya, ada rencana pelunasan Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji (BPIH) dari Kementerian Agama (Kemenag) berdasarkan kurs dollar Amerika Serikat.

Alasannya dalam setiap hari nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat terus berubah. Sehingga pada pelaksanaan ibadah haji dua tahun terakhir ini pemerintah mengeluarkan biaya tambahan, karena BPIH yang dibayarkan jamaah kurang mampu untuk mencukupi semua kebutuhan.

Tak ayal, jika peraturan tersebut ditetapkan, maka proses pelaksanaan akan lebih sulit, mengingat krus mata uang baru dibuka sekitar pukul 10.00. Ditambahkan,  besaran biaya pelunasan yang nantinya dikeluarkan jamaah satu dengan lainnya akan berbeda.

“Memang wacana itu muncul, namun untuk informasi secara pastinya kami masih menunggu edaran resmi dari Kemenag,” ungkap Kasi Pelayanan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag (Kankemenag) Trenggalek Agus Prayitno.

Untuk itu, terkait kabar BPIH 2019 sebesar Rp 39 juta atau naik sekitar Rp 3 juta dari sebelumnya sekitar Rp 36 dirinya belum bisa menjelaskan.

Sebab hingga kemarin (3/12) besaran BPIH yang harus dibayarkan masih akan dilakukan pembahasan antara Kemenag dengan DPR, sehingga belum ada informasi resmi terkait hal tersebut.

Hal itu juga berujuk pada jadwal pelunasan tahan I dan II, dan sebagainya. “Mungkin awal tahun 2019 mendatang kami sudah mendapatkan informasi resminya, sebab pembahasan BPIH dimungkinkan akan dipercepat, mengingat 2019 merupakan tahun politik,” katanya.

Sedangkan berdasarkan nomor porsi haji pada 2019 atau 1440 hijriah, akan ada 584 CJH yang berangkat dari Trenggalek dengan kuota 35.034 CJH se Jawa Timur (Jatim).

Dimungkinkan jumlah tersebut bisa bertambah, mengingat belum ada informasi resmi terkait persyaratan pengajuan CJH lansia, atau penggabungan pendamping. Untuk itu Kankemenag akan terus memberikan informasi lebih lanjut kepada CJH yang berencana mengajukan lansia, atau penggabungan.

“Jumlah itu berdasarkan nomor porsi haji yang mendaftar sekitar pertengahan Februari 2011 lalu,” jelas Agus.

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia