Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Ingin Urus Syarat TKI, Ternyata Polisi Temukan KK Diduga Palsu

08 Desember 2018, 10: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

Ilustrasi

Ilustrasi

TULUNGAGUNG - Niatan Fitri Handayani, warga Desa Besole, Kecamatan Besuki, untuk mengadu nasib di luar negeri terhambat. Lantaran saat membuat surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) di Polres Tulungagung, ada kejanggalan. Yakni kartu keluarga (KK) milik wanita 30 tahun tersebut diduga palsu.

Dugaan kuat KK palsu itu terlihat dari ciri-ciri KK yang digunakan tidak sesuai dengan KK umumnya dan bentuk stempel yang tertera. “Dugaan pemalsuan KK sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian,” jelas Kasubbag Humas Polres Tulungagung Iptu Sumaji, Sabtu (8/12).

Dugaan KK palsu diketahui setelah korban, Fitri Handayani, hendak mengurus persyaratan untuk menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri dengan mengurus SKCK di Polres Tulungagung. “Awalnya pada Selasa (4/12) lalu sekitar pukul 09.00, korban, pemilik KK tersebut datang ke kantor SKCK untuk membuat persyaratan menjadi TKI. Namun salah satu petugas mencurigai KK milik korban tidak seperti biasanya,” ungkapnya.

Namun, Fitri Handayani didampingi oleh petugas SKCK memastikan di kantor dinas kependukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil). Hasilnya, KK diduga palsu dilihat dari bentuk tulisan dan stempel. “Fitri merasa dirugikan dan melaporkan ke Polres Tulungagung guna proses hukum lebih lanjut,” ujanrya.

Kini Fitri Handayani sebagai korban diduga pemalsuan dokumen berupa KK. Pihaknya terus lakukan pendalaman kasus.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil M Justi Taufik mengaku belum bisa memastikan KK palsu atau asli. Hanya saja, KK yang diterbitkan selain dari dispendukcapil setempat pasti palsu. “Kalau yang mengeluarkan dari dinas kami pasti asli,” ungkapnya.

Untuk memastikan KK asli atau palsu,dapat dilihat dari nomor NIKdan nomor KK karena tidakbisa dipalsukan. Sebab, terdapat data yang sudah tercatat. Contohnya KTP. Meskipun tulisannyahilang ataumengelupas, masih bisa dideteksi.“Meskipunhilang tulisannya punKTPmasih bisa dideteksi, asal sudah melakukan registrasi,”ungkapnya.

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia