Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Tiga Jenis Penyakit Bahaya yang Sering Muncul Saat Datang Musim Hujan

09 Desember 2018, 11: 45: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

WASPADA : Keluarga pasien saat berada di RSUD dr Iskak.

WASPADA : Keluarga pasien saat berada di RSUD dr Iskak. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RADAR TULUNGAGUNG)

 TULUNGAGUNG – Memasuki musim penghujan, tubuh memerlukan adaptasi untuk menghadapi cuaca baru. Tak jarang, kondisi itu membuat tubuh rentan serangan penyakit. Terlebih jika sistem kekebalan tubuh sedang menurun. Dengan begitu, perlu diwaspadai sejumlah penyakit yang dapat timbul saat musim hujan, salah satunya diare.

Diare yang terjadi saat musim hujan biasanya disebabkan kebersihan yang terabaikan. Karena itu, virus, bakteri, dan parasit lebih mudah menular pada manusia. “Kadang kebersihan makanan yang dikonsumsi kurang terjaga, ditambah tubuh sedang tidak fit. Akhirnya rentan terkena diare,” ujar dr Mohammad Ravi Tanwirul Afkar

Dia menjelaskan, diare ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar (BAB) dari biasanya. Meski terlihat sepele, diare masih menjadi permasalahan yang sering dialami masyarakat. Diare dapat menjadi permasalahan kesehatan serius, terlebih jika sampai menderita dehidrasi akut. Untuk itu, konsumsi makanan bergizi dan mengandung banyak vitamin seperti buah-buahan serta minum minuman mengandung oralit. Hal itu dapat membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang. “Kebersihan makanan dan minuman tetap penting. Sebab, yang dikhawatirkan saat diare adalah terjadinya dehidrasi,” jelasnya.

Selain diare, influenza atau batuk dan pilek menjadi masalah yang kerap menyerang saat musim hujan. Tingkat kelembapan yang rendah saat musim hujan membuat daya tahan virus lebih kuat untuk berkembang. Dengan demikian, akan mudah untuk menularkan penyakitnya pada manusia yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Apalagi ditambah dengan sirkulasi udara yang buruk sehingga risiko penularan influenza semakin tinggi.

Langkah mencegah penularan influenza perlu memperbanyak konsumsi makanan bergizi dan tidur cukup. Juga dengan menerapkan pola hidup sehat. “Hampir sama dengan menghadapi diare, perbanyak konsumsi makanan bergizi. Serta paling penting istirahat cukup,” tandasnya.

Dia menambahkan, saat musim hujan tiba untuk tidak lupa menerapkan 3M plus (menguras, mengubur, dan menutup) serta menghindari gigitan nyamuk. Upaya seperti penggunaan losion antinyamuk dan menanam tanaman tak disukai nyamuk menjadi langkah preventif. Pasalnya, saat musim hujan, serangan nyamuk Aedes aegypti perlu diwaspadai. Banyaknya genangan air menjadi tempat ideal berkembangnya jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti. “Demam berdarah sering terjadi, terlebih musim hujan. Jadi tetap perlu diwaspadai,” terang pria yang berprofesi sebagai dokter umum di rumah sakit pelat merah ini.

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia