Rabu, 16 Jan 2019
radartulungagung
icon featured
Ekonomi

Jelang Natal Terpaksa Rogoh Kocek Lebih Dalam untuk Bisa Beli Telur

10 Desember 2018, 19: 10: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

MEROKET: Salah satu pembeli membeli telur di Jalan Abdul Fatah, Keluruhan Botoran, Kecamatan Tulungagung.

MEROKET: Salah satu pembeli membeli telur di Jalan Abdul Fatah, Keluruhan Botoran, Kecamatan Tulungagung. (AGUS DWIYONO/RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG - Warga kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli telur karena mengalami kenaikan  harga. Dari semula Rp 19 ribu per kilogram (kg), kini mencapai Rp 25 ribu per kg. Diperkirakan kenaikan harga tersebut akibat menjelang Natal dan Tahun Baru.

Salah satu pedagang telur, Isa mengatakan, mayoritas pedagang menjual dua jenis telur, yakni telur ayam arab berwarna putih dan telur platinium berwarna kemerahan. “Rata-rata pedagang telur di Jalan Abdul Fatah atau dekat Pasar Ngemplak menjual telur warna putih dan kemerahan,” jelas warga Desa Beji, Kecamatan Boyolangu ini. 

Sejak dua minggu lalu, kenaikan telur sudah terjadi. Bahkan diperkirakan di beberapa kota juga mengalami kondisi serupa. Sebab, pedagang mengambil telur dari peternak ayam petelur dengan harga sudah tinggi.

Dia mengaku, kenaikan harga telur mulai Rp 7 ribu untuk telur merah per kg, dan Rp 6 ribu untuk telur putih per kg. “Telur merah awalnya sekitar Rp 19 ribu, kini Rp 25 ribu per kg. Sedangkan telur putih semula Rp 16 ribu, kini Rp 22 ribu per kg,” ungkapnya.

(rt/jpr/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia