Rabu, 16 Jan 2019
radartulungagung
icon featured
Features

Penjual Ayam Bakar Sulap Kayu Bekas Jadi Bunga Hias

11 Desember 2018, 17: 00: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

KREATIF: Sunarto, saat menunjukkan kerajinan miliknya di rumahnya, kemarin (10/12).

KREATIF: Sunarto, saat menunjukkan kerajinan miliknya di rumahnya, kemarin (10/12). (AGUS DWIYONO/RATU)

Di tangan Sunarto, warga asal Desa/Kecamatan Kedungwaru, ranting kayu bekas dapat dijadikan kerajinan untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah. 

Ada puluhan bunga hias tertata rapi di meja dan almari di ruang tamu milik Sunarto. Bunga tersebut berbahan kayu bekas dimodifikasi.

Meski bukan bunga sungguhan, tetap menarik untuk dilihat. Karena memiliki bentuk unik.

Hampir satu tahun Sunarto menggeluti kerajinan bunga hias. Itu berawal saat melihat adiknya lebih dulu menekuni kerajinan tersebut. Ternyata, pria 60 tahun itu tertarik dan ingin mencoba membuat. “Adik saya bernama Sugiono membuat lebih dulu, lantas tertarik iseng-iseng buat isi waktu luang,” katanya saat ditemui di rumahnya, kemarin (10/12).

Dia pemerkan puluhan kerajinan sudah jadi. Dalam membuat, bapak tiga anak ini masih butuh bantuan adiknya untuk melekatkan daun di pohon setelah selesai diolah.

Memang membuat kerajinan bunga hias, mencari kayu yang diinginkan tidaklah mudah. Tidak semua kayu bisa dijadikan tumpuan untuk dipasang daun, dan harus memilih kayu sudah tidak dipakai atau memiliki cabang banyak. “Perlu kejelian saat mencari kayu bekas,” ujarnya.

Mayoritas kayu-kayu untuk kerajinan tersebut dari sekitar rumahnya, yang didapat tidak sengaja ditemukan sewaktu jalan-jalan. “Waktu jalan-jalan tidak sengaja melihat ada kayu bagus, lantas bawa pulang, kemudian dibersihkan dan olah,” jelasnya.

Selain kayu sudah mati, tidak jarang menemukan kayu masih hidup dan menempel di pohon, dipilih untuk bahan. Sebab memiliki ranting banyak dan bagus. “Pohon hidup lebih lama diolah, karena perlu pembersihan kulit dan pengeringan, pohon kering cukup dibersihkan,” ungkapnya.

Meski demikian, kayu yang kering sudah dimakan rayap dan lain-lain akan lebih menarik. Lantaran memiliki nuansa seni klasik. “Kayu tua kelihatan alami sekali,” jelasnya.

Untuk membuat kerajinan bunga hias tidak butuh waktu lama, hanya dua hari. Mulai pembersihan pohon dan pelitur, setelah itu pemasangan daun sesuai dengan keinginan maupun kreativitas. “Penempelan daun menggunakan lem lilin atau bahan sejenis,” ungkapnya.

Harga bunga hias disesuaikan dengan ukuran serta tingkat kerumitan kerumitan. Mulai harga Rp 100 ribu hingga Rp 400 ribu.

Diamengaku,kerajinantersebut dibuatuntukmengisi waktuluangsetelahselesai jualanayam bakar. “Memilih waktu laung ketika malam hari untuk membuat kerajinan, siangmembantu anak-anak jualan ayam goreng,”ungkapnya.

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia