Selasa, 19 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Natanael Yoga Setiawan, Pesepakbola Muda Berlatih di Akademi Juventus

Di Italia Gagal Temui Cristiano Ronaldo

13 Desember 2018, 14: 16: 05 WIB | editor : Didin Cahya FS

KESEMPATAN LANGKA: Natanael Yoga Setiawan saat berada di Juventus Stadium sebelum laga Juventus melawan Valencia dimulai.

KESEMPATAN LANGKA: Natanael Yoga Setiawan saat berada di Juventus Stadium sebelum laga Juventus melawan Valencia dimulai. (DOK PRIBADI FOR RADAR TULUNGAGUNG)

Pesepakbola manapun tentu ingin berkarir setinggi mungkin. Bahkan kalau perlu bisa berlatih ke luar negeri, meskipun kesempatan itu langka. Natanael Yoga Setiawan, remaja asal Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, bercerita mengenai pengalamannya di sana.

DHARAKA R. PERDANA

Beberapa tahun yang lalu, sepasang sepatu sepak bola butut menemani seorang bocah berlatih. Dia pun berlatih dengan semangat dan tidak menyadari jika kelak, dari sepatu berharga murah ini menjadi awal dari perjalannya menekuni sepak bola. Bahkan dia bisa mencicipi latihan di Negeri Pizza, tepatnya di Akademi Juventus. “Saya awalnya memang tidak menyangka bisa berlatih di Italia sana,” kata Natanael Yoga Setiawan, si bocah yang pada Jumat (7/12) lalu sedang berlatih rutin di lapangan Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut.

Menurut dia, kisah perjalannya dimulai tatkala memperkuat tim Tulungagung berlaga di Gala Siswa Indonesia (GSI) Jawa Timur. Setelah berjibaku di lapangan hijau melawan tim daerah lain, akhirnya Tulungagung harus puas berada di peringkat tiga. “Saya sudah bersyukur bisa membawa tim juara ketiga,” tambahnya.

Keberuntungan pun berpihak kepadanya. Tim Sidoarjo yang notabene menjadi juara di tingkat Jawa Timur melirik kemampuannya untuk diajak bergabung. Karena saat berlaga di tingkat nasional diperkenankan untuk memanfaatkan tenaga pemain dari daerah lain. Hingga akhirnya Jawa Timur keluar menjadi yang terbaik di tingkat nasional. “Saat itu dijanjikan, tim yang juara akan dikirim ke Akademi Juventus. Ada 18 anak, termasuk saya,” ungkapnya.

Sebelum berangkat, dia dan 17 rekannya yang lain mendapat pembekalan di Jakarta. Bahkan keberangkatan ke Italia juga disertai pelatih kepala timnas U-19 Indra Sjafrie yang ingin memantau bakat-bakat muda ini.

Selama 10 hari di Italia, tim ini uji tanding dengan beberapa akademi Juventus  sebanyak tiga kali. Semua pertandingan bisa disapu bersih oleh Yoga dan rekan-rekannya. “Saya merasakan, pola latihan di sana sangat disiplin. Sehingga ini bisa terus mengasah kemampuan setiap pemain,” ujarnya.

Di sela berlatih, Yoga pun berkesempatan menyaksikan laga Juventus melawan Valencia. Sayangnya keinginan untuk bertemu sang idola, Cristiano Ronaldo harus pupus. Karena seluruh tim utama Juventus langsung mempersiapkan diri menghadapi Fiorentina.

Begitu kembali dari Italia, Yoga-sapaan akrabnya mendapat tawaran untuk bermain di PSBK Blitar U-15 di tahun ini. Selain itu tahun depan dia diharapkan juga mau bergabung dengan Persebaya. “Ada keinginan ke Persebaya, karena di sana lebih banyak kesempatannya. Tapi tidak tahu bagaimana nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Winarto, pelatih SSB Ngunut Raya mengakui jika anak didiknya itu memiliki skill di atas rata-rata anak seusianya. Meskipun posisi aslinya sebagai penyerang, namun bisa ditempatkan dimana saja sesuai kebutuhkan pelatih. Dan itu sudah terlihat ketika mulai berlatih saat baru berusia 6 tahun. “Skill-nya juga di atas rata-rata. Wajar kalau dia banyak dilirik banyak pihak,” jelasnya.

Secara pribadi, adanya banyak tawaran yang menghampiri Yoga, dia berharap agar remaja itu bergabung dengan akademi Persebaya. Diharapkan kemampuannya semakin terasah karena latihannya lebih intens. “Semakin banyak bertemu berbagai pelatih, dan pengalaman bertanding semakin baik buat dia. Kesempatan akan semakin besar di Persebaya,” tuturnya.

(rt/rak/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia