Selasa, 19 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

Bedah Sejarah Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar, Menuai Perhatian Serius

13 Desember 2018, 21: 41: 50 WIB | editor : Didin Cahya FS

TERTARIK : Warga dari berbagai lapisan ikut seminar nasional tentang bedah sejarah Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar.

TERTARIK : Warga dari berbagai lapisan ikut seminar nasional tentang bedah sejarah Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar. (RADAR TULUNGAGUNG)

 TULUNGAGUNG- Bedah sejarah dan peran Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar di Kabupaten Tulungagung dalam masa kerajaan Islam, menuai perhatian serius dari guru, mahasiswa, penulis, budayawan. Terbukti peserta acara bertajuk seminar tersebut membeludak.

“Memang di luar prediksi kami, minat warga untuk mengetahui sejara Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar begitu tertarik. Bahkan dihadiri berbagai lapisan masyarakat, Kemeterian Agama, dinas terkait, kepala sekolah, guru sejarah, mahasiswa, tokoh masyarakat. Hampir seluruh ruangan terisi peserta,” ungkap selaku perwakilan penyelenggara acara,   Raden Ali Sodiq, kemarin (13/12).          

Menurut dia, kegiatan tersebut digelar   Yayasan Keramat Asmo Jati Tulungagung bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, melalui program fasilitasi kegiatan kesejarahan. Yakni mengangkat tema Hubungan Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar terhadap Berdirinya Kabupaten Tulungagung.

Selain itu, acara seminar nasional tersebut  didukung Kasepuhan Sentono Dalem Perdikan Majan, Majelis Cendekiawan Kraton Nusantara Provinsi Jawa Timur, Barisan Adat Raja Sultan Nusantara Provinsi Jawa Timur. “Disimpulkan hasil seminar nasional, jika sejarah Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar memang bener-bener perlu sebuah kesiapan pemerintah untuk membedahnya,” ungkap bapak dua anak ini.

Dia menegaskan, dengan seminar sejarah, sebagai salah satu upaya menghargai jasa para pahlawan, pendahulu dan pemimpin negeri ini. Di sisi lain, bisa melestarikan dan mengembangkan adat, budaya, dan nilai kearifan lokal untuk diterapkan masa sekarang.  

Kyai Raden Ageng Khasan Mimbar merupakan tokoh, ulama, pemimpin di Kabupaten Tulungagung yang memiliki peran dan kontribusi penting dalam perkembangan masyarakat di kabupaten ini. Sudah seabreg bukti dan data yang menyatakan hal tersebut. Terpenting sekarang adalah bagaimana menggali kembali nilai kearifan Kyai Raden Ageng Khasan Mimbar, untuk diaplikasikan dalam masyarakat baik dari sisi religius atau spiritualitas, sosial kultur, politik, budaya, seni dan lain-lain bagi generasi seterusnya.

Dia menjelaskan, Tulungagung yang dulunya bernama Ngrowo menjadi salah satu destinasi baik spiritualitas, pendidikan maupun kemasyarakatan sejak zaman dahulu. Fosil wajakkensis menjadi bukti bahwa Ngrowo merupakan tempat yang baik untuk menjalani kehidupan. Bhinneka Tunggal Ika misalnya menjadi bukti bahwa Tulungagung memiliki nilai toleransi dan kebersamaan yang kuat. Makam dan masjid yang tersebar di berbagai wilayah menjadi bukti otentik nilai dan ajaran Islam yang kuat dan masih banyak yang lainnya.

Untuk itu, nilai-nilai sejarah ini menjadi penting dikembangkan bahkan sampai pada dataran kurikulum di sekolah, bisa jadi pada muatan lokal dan pelajaran sejarah.

Dia menambahkan, Tulungagung atau “nasrun adzim” merupakan  nama yang berlandaskan nilai keislaman yang diambil dari asmaul khusna "ya naashir ya 'adzim" (wahai dzat penolong dan dzat yang Maha Agung). “Mari kita selaku generasi penerus bisa melanjutkan visi dan misi Kyai Ageng Raden Khasan Mimbar guna wujudkan masyarakat Tulungagung yang ayem tentrem penggalihipun, mulyo lan tinoto panguripanipun,” pungkasnya.

(rt/jpr/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia