Rabu, 16 Jan 2019
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

Simulasi UNBK Tahap Pertama Molor, Dipicu Beberapa Faktor

15 Desember 2018, 08: 25: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

ANTUSIAS: Sejumlah siswa ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 1 Kedungwaru.

ANTUSIAS: Sejumlah siswa ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 1 Kedungwaru. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RADARTULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG – Pelaksanaan simulasi tahap pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA sederajat tak sesuai rencana. Disinyalir sejumlah kendala disebabkan tingginya peminat simulasi pada periode I. Jadi, jadwal sinkronisasi yang semula dijadwalkan Senin (10/12) terpaksa diundur hingga Selasa (11/12) pukul 10.00.

Kasi SMA/SMK dan Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur (Jatim) wilayah Tulungagung Subagyo menjelaskan, simulasi sebenarnya dibagi menjadi dua periode. Periode I pada 11 hingga 14 Desember. Sedangkan periode II pada 18 hingga 21 Desember. “Peminatnya memang tinggi dan sistem di pusat sepertinya belum benar-benar siap. Jadi sempat beberapa sekolah tidak dapat melakukan sinkronisasi,” jelasnya Sabtu (15/12).

Yulius Satria Hendrata, help desk UNBK kabupaten/kota menjelaskan, perubahan jadwal mendadak dari pusat penilaian pendidikan (puspendik) sempat membuat sejumlah proktor dan teknisi gagal lakukan sinkronisasi. Pasalnya, meski tidak melakukan simulasi, server wajib melakukan simulasi. Itu untuk mengenalkan perubahan aplikasi dan menguji kesiapan sarana prasarana (sarpras) yang hendak digunakan. “Simulasi ini memang sifatnya tidak wajib. Namun server tetap harus lakukan sinkronisasi,” terangnya.

Dia membeberkan, sejumlah kendala yang dialami. Yakni ketidaksiapan pusat dalam mempersiapkan data sehingga jadwal sinkronisasi terpaksa mengalami perubahan. Faktor lain adalah jadwal simulasi yang bersamaan dengan persiapan penerimaan rapor. Jadi persiapan di setiap sekolah terpecah. Selain itu, sejumlah siswa pun sudah libur semester. “Ada beberapa sekolah yang sarana dan prasarananya memang belum memadai. Ada juga sumber daya manusia (SDM) yang belum memahami betul aplikasi,” jelasnya.

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia