Sabtu, 23 Mar 2019
radartulungagung
icon-featured
Travelling

Selain Pemandangan Alam yang Indah, Pantai ini Memiliki Nama Unik

16 Desember 2018, 09: 25: 31 WIB | editor : Didin Cahya FS

EKSOTIS: Para pengunjung sedang berfoto di pesisir Pantai Klatak.

EKSOTIS: Para pengunjung sedang berfoto di pesisir Pantai Klatak. (RADAR TULUNGAGUNG)

 TULUNGAGUNG – Potensi wisata pantai selatan di Kota Marmer ini begitu besar. Namun hingga kini sistem pengelolaannya masih belum jelas. Kendati  demikian, tak membuat warga surut untuk mengunjungi pantai ketika hari libur. Termasuk Pantai Klatak di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki.       

Dari pemandangan pantai ini, memiliki banyak keistimewaan, salah satu keistimewaannya banyak bebatuan yang tertata rapi di bibir pantai. Batu-batu kecil yang bersih, dan batu itu buka batu karang, melainkan bebatuan yang biasa ada di sungai.

Selain itu, ada lorong yang bisa memudahkan pengunjung untuk berlabuh ke Pantai Gemah yang berada tak jauh dari lokasi Pantai Klatak.          “Ketika hari libur Pantai Klatak selalu di serbu pengunjung, meski tidak seramai Pantai Gemah. Namun jangan salah keindahan dan keunikan Pantai Klatak tidak kalah oke,” ungkap Prayitno, salah satu warga setempat kemarin (11/5).

Jika terkena ombak, lanjut Prayitno, maka bebatuan yang ada di tepi pantai akan menghasilkan suara klatak berulangkali. Dari bunyi itulah nama Pantai Klatak diambil.

Batuan yang besar seperti ukiran tebing yang tinggi juga menambah indahnya pemandangan pantai itu.  “ Bukan hanya tebing yang membuat pantai semakin indah, ombak Pantai Klatak menunjang kenyaman pengunjung saat menghabiskan liburan,” ungkapnya.

Lebih menariknya lagi, Pantai Klatak memiliki ombak yang tenang sehingga dapat membuat jiwa yang berada di sana tenang pula. Pasir yang bersih dengan warna yang cokelat menambah manis suasana di pantai itu. Gunung-gunung yang berada jauh dari tepi pantai membuat udara di pantai semakin sejuk.

Dia mengaku, Pantai Klatak masih dikelola masyarakat sehingga biaya masuk ke pantai ini cukup membayar parkir mobil atau motor saja. Letak Pantai Klatak juga tidak jauh dari pantai Gemah, tinggal naik sedikit beberapa meter sampai ke Pantai Klatak.

Di Pantai Klatak, sebut dia, mamang ada sebuah terowongan yang berbentuk seperti gua yang menghubungkan Pantai Klatak dengan Pantai Gemah. Namun terowongan itu hanya dapat dipakai ketika air laut surut. “ Tidak ada biaya masuk, hanya parkir saja,” tandas pria 45 tahun itu.

Lokasi Pantai Klatak sebenarnya bersebelahan dengan Pantai Gemah. Bukit kecil yang sedikit menjorok ke laut yang menjadi pembatas dua pantai tersebut. Namun bila ingin menuju Pantai Klatak dari Pantai Gemah, lebih baik ditempuh melalui jalur darat dan sedikit memutar.

Mengenai akses jalan menuju Pantai Klatak memang belum semudah Pantai Gemah. Ada puluhan meter ruas jalan yang masih berupa makadam. Bila mulai memasuki Pantai Klatak, di sepanjang jalan makadam ini akan tampak berderet rumah nelayan dengan dihiasi jaring ikan yang membentang di halaman rumah.

Nelayan-nelayan ini sebagian besar menggantungkan hidupnya pada hasil tangkapan ikan. Para pengunjung pun bisa membawa oleh-oleh ikan segar dari sini. “Berlibur ke Klatak bisa dapat dua. Dapat fresh dan bisa membawa oleh-oleh ikan segar,” ungkap Ulinuha lalu sedikit menebar senyumnya yang manis.

Inilah salah satu destinasi wisata Tulungagung yang belum dikelola maksimal. Kendati demikian, hal ini tidak mengurangi nilai keindahan pemandangan Pantai Klatak.

Sementara itu Wakil Bupati Tulungagung Maryoto  Birowo menegaskan saat ini pemkab terus melakukan upaya dalam pengelolaan tempat wisata di pantai selatan. Sebab jika dengan pengelolaan  baik, maka akan lebih aman bagi pengunjung.

Langkah sudah dilakukan pemkab akan koordinasi dengan Perhutani untuk pengolaan bersama yang belum ada perjanjiannya. Sebab tak bisa dipungkiri, sebagian besar wilayah pantai selatan merupakan tanah negara. Jadi perlu ada kejelasan payung hukum untuk pengelolaan. “ Payung hukum harus jelas dalam pengelolaan tempat wisata,” jelas pria berkaca mata ini.

Dia tak menepis jika pantai selatan mulai Pantai Brumbun, Bayem, Gemah, Klatak, Sanggar, Kedungtumpang dan lain-lain. Memiliki keunikan dan keindahan panorama. “ Jadi perlu dikembangkan, mudah-mudahan jalur lintas selatan segera bisa tuntas, maka  bisa memudahkan akses ke tempat wisata,”pungkasnya.

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia