Rabu, 16 Jan 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Sembunyikan 80 Butir Barang Haram di Plastik, Pasokan Dari Luar Kota

16 Desember 2018, 11: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

HARUS DIBERANTAS: Dua pelaku pengedar pil dobel L diamankan Polres Trenggalek bersama pelaku kejahatan lainnya.

HARUS DIBERANTAS: Dua pelaku pengedar pil dobel L diamankan Polres Trenggalek bersama pelaku kejahatan lainnya. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Peredaran narkoba jenis pil dobel L tampaknya belum bisa beranjak dari wilayah hukum Polres Trenggalek. Buktinya, akhir-akhir ini Satreskoba Polres Trenggalek berhasil menangkap dua pelaku pengedar pil dobel di wilayah Desa Wonocoyo, Kecamatan Gandusati. Mereka adalah Aris, 38 dan Supar, 37. Keduanya warga Desa Nglutung, Kecamatan Sendang, Tulungagung. Bersamaan itu, turut diamankan barang bukti berupa 100 butir pil dobel L yang dimasukkan dalam lima plastik klip siap edar, sebuah handphone (HP), dan uang tunai sebesar Rp 171 ribu yang diduga sebagai hasil penjualan barang haram tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, penangkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran pil dobel L di kalangan remaja wilayah Kecamatan Gandusari. Berdasarkan laporan, polisi langsung menyelidiki hingga Senin (10/12) lalu sekitar pukul 20.30, mengetahui ada transaksi barang haram tersebut di sebuah toko jejaring modern wilayah Desa Wonocoyo. Tak menunggu lama, saat itu polisi langsung menggerebek dan mengamankan pelaku “Setelah mengeledah, kami mendapati pelaku menyembunyikan sebanyak 80 butir pil dobel L yang dipilah menjadi empat bagian dan dimasukkan tas kresek serta 20 butir pil dobel L lagi yang dimasukkan dalam plastik bening,” jelas Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa Saputra, Sabtu  (15/12).

Dia melanjutkan, dari situ polisi langsung menggelandang kedua pelaku ke Mapolres Trenggalek untuk proses hukum selanjutnya. Barang haram tersebut diperoleh dari salah satu pemasok luar daerah. Untuk mengelabuhi petugas agar tidak ada yang curiga, kedua pelaku memilih mengedarkannya di wilayah Gandusari yang notabene sedikit jauh dari daerah asalnya. "Jika mengedarkan barang haram tersebut di daerah dekat tempat tinggalnya, pelaku mudah tertangkap. Makanya memilih mengedarkannya di luar daerah," katanya

Kini polisi masih memburu pemasok barang haram tersebut. Namun dalam hal ini usaha yang dilakukan sedikit sulit. Mengingat transaksi barang haram tersebut dilakukan dengan cara putus ranjau. Jadi baik penjual maupun pembeli tidak saling kenal, mereka hanya berkomunikasi lewat telepon dan berjanji menaruh pesanannnya di daeran tertentu.

(rt/zak/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia