Selasa, 19 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Deg-degan, Lepas Masa Lajang Anggota PMK, Lakukan Prosesi Nozzle Pora

16 Desember 2018, 12: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

TRADISI BARU: Petugas PMK Trenggalek ketika nozzle pora untuk merayakan prosesi pernikahan salah satu anggotanya.

TRADISI BARU: Petugas PMK Trenggalek ketika nozzle pora untuk merayakan prosesi pernikahan salah satu anggotanya. (RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Anggota Pemadam Kebakaran (PMK) Trenggalek tidak mau ketinggalan dalam melakukan tradisi pedang pora seperti yang dilakukan anggota polisi maupun TNI. Buktinya, untuk melepas masa lajang salah satu anggota PMK melakukan tradisi yang mereka sebut nozzle pora di wilayah Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari.

Tradisi tersebut dilakukan untuk mengantarkan salah satu anggota sebelum prosesi pernikahan. Setelah melakukan ijab kabul, salah satu anggota yang menikah tersebut berdiri di atas mobil PMK sambil menunggu teman-temannya berbaris untuk mempersiapkan nozzle pora.

Setelah itu, layaknya pedang pora, anggota yang menjalani resepsi pernikahan berjalan pelan, melewati para teman-temannya yang mengancungkan berbagai alat yang biasanya untuk memadamkan api. Bersamaan itu, terdengar bunyi sirene dan penyemburan air yang berasal dari mobil PMK. Tak ayal, itu membuat beberapa masyarakat yang melihatnya lari untuk menghindari semburan air tersebut. "Tradisi ini baru kali ini kami lakukan," ungkap Koordinator PMK Trenggalek Moch. Basuki, Sabtu (15/12)

Dia melanjutkan, ide pelaksanaan tradisi baru tersebut muncul ketika anggota melaksanakan studi banding di dinas PMK kota lain. Dengan mengadopsi konsep yang dilakukan instansi tersebut, tercetuslah ide tradisi baru tersebut. Agar tidak terjadi kendala, sekitar satu minggu sebelum pelaksanaan, para anggota berlatih. "Rencananya tradisi ini akan kami lakukan setiap kali ada anggota yang melepas masa lajangnya," katanya.

Sedangkan terkait kesiapan anggota ketika ada kebakaran di hari bersamaan, kemungkinan tidak terjadi kendala. Sebab, armada PMK beserta anggota lain yang bertugas selalu siap di markas komando (mako). Jika ada panggilan kebakaran, bisa langsung merapat ke lokasi yang nanti disusul anggota lain yang melakukan pedang pora. "Jika acara telah selesai, seluruh perlengkapan langsung dikembalikan ke mako untuk siap siaga," jelasnya.

Sementara itu, anggota PMK Trenggalek yang melakukan pernikahan (pengantin pria), Jefri Candra Setiawan, sangat terharu dengan apa yang dilakukan teman-temannya. Sebab, semuanya telah berusaha secara maksimal agar rencana tersebut berjalan sukses dan tidak ada yang mengganggu resepsi pernikahannya. "Ketika melewati sedikit deg-degan, apalagi ini merupakan hal yang pertama. Namun syukurlah semua berjalan lancar," imbuhnya.

(rt/zak/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia