Sabtu, 23 Mar 2019
radartulungagung
icon featured
Ekonomi

Banyak Mati Akibat Cuaca, Harga Daging Ayam Kampung Naik 50 Persen

17 Desember 2018, 08: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

BERANJAK NAIK: Salah satu pedagang daging ayam di Pasar Basah ketika melayani pelanggan.

BERANJAK NAIK: Salah satu pedagang daging ayam di Pasar Basah ketika melayani pelanggan. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

 TRENGGALEK – Para penikmat masakan ayam, khususnya ayam kampung, nampaknya harus mengurangi kegemarannya tersebut. Pasalnya, satu minggu terakhir ini, harga daging ayam kampung di Kota Keripik Tempe naik hampir 50 persen dari biasanya.

Tercatat, kini harga daging ayam kampung berada di kisaran Rp 70 ribu per kilogram (kg). Naik Rp 20 ribu lebih mahal dari harga biasanya yang berada di kisaran Rp 50 ribu per kg. Itu terjadi karena banyaknya peminat daging tak diikuti dengan persediaan sehingga membuat stok di pasaran menipis. “Mungkin kini masyarakat jarang ada yang menjual ayam kampung untuk dipotong. Sebab, banyak yang mati akibat cuaca seperti ini,” ujar Sugiarti, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Basah, Senin (17/12).

Dia melanjutkan, hal yang tak jauh berbeda terjadi pada daging ayam potong. Sebab, kini harganya melejit dibandingkan seminggu lalu. Itu terlihat saat ini harga daging ayam potong kisaran Rp 30 ribu per kg, sedangkan harga sebelumnya Rp 28 ribu per kg. “Kendati kenaikannya hanya sekitar Rp 2 ribu per kg, itu cukup terasa bagi pedagang karena bisa memengaruhi pembeli,” katanya.

Senada diungkapkan salah satu staf Pasar Basah, Siswoko. Dia menambahkan, satu minggu terakhir ini harganya terus mengalami kenaikan. Mulai dari Rp 26 ribu per kg, menjadi Rp 28 ribu per kg, kini dikisaran Rp 30 ribu per kg. Kemungkinan kenaikan tersebut bakal terus berlanjut karena minimnya stok daging ayam potong di pasaran. Mengingat banyak peternak yang menghentikan aktivitasnya sejenak. “Banyak peternak yang sementara waktu ini istirahat karena cuaca yang tidak menentu. Semoga saja cuaca bisa kembali normal hingga membuat peternak aktif kembali dan harga daging ayam potong stabil. Apalagi sekarang mendekati Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

Namun, kenaikan tersebut tak berlaku bagi daging sapi. Siyam, salah seorang penjual daging sapi menambahkan, mungkin kini harga daging sapi di daerah lain mengalami kenaikan, tapi hal tersebut tak berlaku di Trenggalek. Sebab, kini stok daging sapi yang ada di pasaran masih mencukupi untuk konsumsi masyarakat. Berbeda dengan daerah lainnya yang konsumsi daging sapinya tinggi. “Pasokan daging dari jagal sapi pun masih tetap seperti hari-hari biasa sehingga tak ada perubahan yang berarti,” jlentreh-nya.

Lanjut dia, kini harga daging sapi masih stabil. Yakni di kisaran Rp 110 ribu per kg, itu dengan kualitas daging bagus. Artinya, tidak campur dengan tulang atau lemak. Sedangkan untuk kualitas di bawahnya juga ada, yakni Rp 100 ribu per kg. Daging itu biasa disebut dengan daging rawonan. “Biasanya daging sapi mengalami kenaikan mendekati Lebaran nanti. Sebab saat itu persediaan menurun, tapi konsumsi masih tetap ada,” tuturnya.

(rt/zak/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia