Sabtu, 23 Mar 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

PTSL Program dari Jokowi, Sasar Wilayah Pinggir Kabupaten

17 Desember 2018, 10: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

PERLU PERHATIAN: Tampak kawasan pinggiran di selatan Tulungagung.

PERLU PERHATIAN: Tampak kawasan pinggiran di selatan Tulungagung. (AGUS DWIYONO/RADAR TULUNGAGUNG)

 TULUNGAGUNG - Masih jarangnya tanah bersertifikat di kawasan pinggiran Kota Marmer, menjadi alasan sasaran utama progam pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) dari Badan Pertanahan (BPN) Tulungagung.

Dari 40 ribu bidang tanah belum bersertifikat di kabupaten ini, 88 persen di antaranya bakal jadi target badan tersebut untuk disertifikatkan.

Kepala BPN Tulungagung Eko Jauhari mengaku telah merampungkan target tersebut.

Dia menjelaskan, pelaksanaan program dari Jokowi yakni  PTSL terbagi atas empat klaster. Dari klaster 1 (K1) bisa diterbitkan, klaster 2 (K2) syarat lengkap tapi dalam sengketa, klaster 3 (K3) bidang tanah ada dan persyaratan kurang, serta klaster 4 (K4) bidang tanah yang sudah bersertifikat. “Jadi ada empat klaster dalam pelaksanaan PTSL,” jelasnya Senin (16/12).

Dari empat klaster tersebut, K1 total 19.397 bidang tanah, sekitar 85 persen atau sekitar 9.000 lebih sertifikat sudah dicetak. “Yang sudah dicetak sekitar 9.000 tanah tersertifikat. Sisanya sudah dibagikan,” jelasnya.

Sementara itu, tanah masuk dalam sengketa atau masuk dalam klaster 2 tercatat nihil. Sedangkan klaster 3, pemiliknya ada, bidangnya jelas, tapi pemilik justru enggan mendaftar, ditemukan 15.722 bidang tanah.

Untuk klaster 4, tanah yang tinggal memperbarui data saja, ditemukan 270 bidang. “Hanya dilakukan pembaruan data dengan menambahkan data koordinat. Untuk K4 ada 143 bidang di Desa Jeli dan Tambakrejo, Kecamatan Karangrejo,” jelasnya.

Dia optimistis jumlah bidang tanah masuk K1, sekitar 85 persen serifikatnya sudah siap dibagikan kepada pemiliknya. Dipastikan hingga 25 Desember 2018, capaian PTSL lebih dari 90 persen.

Dia mengaku, rencananyadalam program PTSL akan diberikan ke wilayah pinggiran Kabupaten Tulungagung yangsertifikasi tanahnya masih minim. “Rencana kami akan menetapkan lokasi di 25 desa di Tulungagung, terutama wilayah kecamatan yang sertifikatnyabelumbanyak terbit,”jelasnya.

(rt/jpr/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia